

Beji | jurnaldepok.id
Tiga Institusi yakni Polkteknik Negeri Jakarta, PT Huanyu International Education (Confucius Academy) dan Center for Computing and Information Technology Fakultas Teknik UI melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Tripartit.
MoU dilaksanakan di Kampus Politeknik Negeri Jakarta yang menjadi tonggak awal kolaborasi strategis dalam bidang pendidikan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Direktur Politeknik Negeri Jakarta Syamsurizal mengatakan, melalui program BIPA ini peserta tidak hanya mahir dalam berbahasa Indonesia, tetapi juga memahami nilai dan keberagaman budaya.
“Kami berharap kelas BIPA dapat memberikan manfaat dan dampak positif baik mahasiswa maupun institusi untuk seterusnya,” katanya, Senin (2/3/2026).
Di lokasi sama, Direktur Confucius Academy – Liliann mengatakan, melalui Akademi (Confucius Academy) berkomitmen untuk memperdalam kerjasama antara Tiongkok dan Indonesia, memperluas pertukaran budaya.
Selain itu juga pihaknya ingin mempromosikan pendidikan bahasa mandarin, serta menjadi jembatan bagi pertukaran antara kaum muda dari kedua negara dan menjadi jembatan penghubung antar masyarakat.
“Selain itu saya sampaikan tiga harapan kepada seluruh mahasiswa, patuhi dan disiplin dengan ketat dan bangun vitra yang baik,” katanya.
Dia menambahkan, setiap orang wajib mematuhi peraturan manajemen universitas, hukum, dan peraturan setempat serta menghormati adat istiadat dan kepercayaan agama Indonesia.
“Kami harap para siswa mampu menghargai waktu belajar yang berharga dan bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris mereka untuk meletakkan dasar kokoh untuk studi sarjana selanjutnya,” katanya.
Direktur Center for Computing and Information Technology Fakultas Teknik UI , Miktha Farid Alkadri menambahkan, MoU ini menjadi tonggak baru tidak hanya Indonesia dengan Tiongkok, tetapi juga dengan CCIT FTUI, PNJ, dan juga Confucius Academy sebagai step baru untuk melangkah lebih jauh kedepannya.
“Harapannya kolaborasi ini bisa dilanjut terus kedepannya dan bisa terbuka kerjasama-kerjasama yang baru,” katanya.
Sebelumnya dari pihak UI juga merencanakan untuk memperbanyak internasionalisasi program.
“Oleh karena itu Kami dari CCIT sebagai bagian dari UI akan turut andil untuk mensukseskan program ini. Salah satunya kerjasama dengan Confucius Academy ini,” ujarnya.
Acara ini menjadi tonggak baru tidak hanya Indonesia dengan Tiongkok, tetapi juga dengan CCIT FTUI, PNJ, dan juga Confucius Academy sebagai step baru untuk melangkah lebih jauh kedepannya. Harapannya kolaborasi ini bisa dilanjut terus kedepannya dan bisa terbuka kerjasama-kerjasama yang baru.
Sebelumnya dari pihak UI juga merencanakan untuk memperbanyak internasionalisasi program oleh karena itu
“Kami dari CCIT sebagai bagian dari UI akan turut andil untuk mensukseskan program ini. Salah satunya kerjasama dengan Confucius Academy ini,” tambahnya.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan Beijing, Yudil Chatim mengatakan, selama periode tahun 2022 sampai saat ini terjadi peningkatan signifikan dalam hubungan pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dengan Tiongkok.
Salah satu contohnya kerjasama yang saat ini dilakukan. Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi melainkan jembatan budaya dalam menghubungkan dua bangsa besar.
“Saya berterima kasih kepada CCIT, Confucius, dan PNJ atas kerjasama ini. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat internasionalisasi kampus sekaligus memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia di kancah global,” katanya.
Ketua Dewan Bisnis Tiongkok-Indonesia, Ali Husein berkomitmen untuk mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, dan pertukaran budaya antara kedua negara.
“Ke depan, kami akan sepenuhnya memanfaatkan keunggulan platform yang dimiliki untuk memberikan dukungan maksimal dalam pengembangan talenta, kerja sama kampus dan industri,” katanya. n Aji Hendro








