Jumlah Produksi Sampah Organik di Wilayah Kecamatan Limo Meningkat Tajam

253
Terlihat tumpukan sampah organik menumpuk di salah satu UPS.

Laporan: Asti Ediawan
Dalam kurun dua bulan terakhir jumlah produksi sampah organik di wilayah Kecamatan Limo dan sekitarnya terdata meningkat tajam, terlebih saat memasuki bulan Ramadan jumlah produksi sampah organik meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.

Kentus salah satu karyawan Unit Pengolah Sampah (UPS) Limo mengatakan selain meningkatnya konsumsi pangan masyarakat di bulan puasa, sisa makanan paket makan bergizi gratis juga memberi kontribusi terhadap peningkatan produksi sampah organik dari lingkungan.

“Peningkatan produksi sampah organik memang sudah terjadi sejak awal bulan Januari tepatnya saat dimulainya pemberian makanan bergizi gratis (MBG) yang berdampak signifikan terhadap banyaknya sampah organik yang kami angkut dari sekolah,” ujar Kentus kepada Jurnal Depok, kemarin.

Sementara Koordinator UPS Limo, Casmin HS mengatakan sampah organik yang diambil dari wilayah Kecamatan Limo dan sebagian wilayah Cinere kemudian diolah menjadi pupuk organik atau biasa disebut kompos di UPS dan setelah jadi pupuk di tukarkan dengan sampah terpilah dari masyarakat yang melaksanakan kegiatan memilah sampah di rumah.

“Ya, sebagian besar hasil produksi sampah organik di UPS Limo kami berikan secara gratis kepada warga yang melakukan pemilahan sampah di rumah, Alhamdulillah sekarang sudah lumayan banyak warga yang melaksanakan kegiatan memilah sampah di rumah sehingga mengurangi jumlah sampah terbuang,” ungkap Casmin.

Meningkatnya partisipasi warga dalam melaksanakan pemilahan sampah diakui oleh Lurah Limo, Kecamatan Limo, Fajar Mei Hendri.

“Alhamdulillah sekarang tingkat kesadaran masyarakat melakukan pemilahan sampah relatif meningkat, mudah mudahan kedepan akan saling banyak warga yang melaksanakan pemilihan sampah mulai dari tingkat rumah tangga,” harap Fajar. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here