
Limo | jurnaldepok.id
Lurah Meruyung, Kecamatan Limo, Asep Suherman, Jumat (13/03/26) menyerahkan secara simbolik satu unit gerobak motor (Germo) untuk menopang kegiatan operasional budidaya maggot di rumah maggot Rt 02/10, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo.
Dalam sambutannya, Asep berharap pengadaan motor gerobak rumah maggot dapat memudahkan dan meringankan para karyawan rumah maggot dalam melaksanakan kegiatan budidaya maggot dan bisa memberi dampak positif terhadap peningkatan hasil budidaya maggot yang menjadi salah satu opsi mengurai sampah organik untuk mengurangi jumlah sampah terbuang.
“Motor gerobak yang kami serahkan kepada pengelola rumah maggot merupakan pengadaan fasilitas tahun 2025 untuk menunjang kegiatan program budidaya maggot, kami tentu sangat berharap pemberian motor gerobak ini bisa melancarkan kegiatan operasional budidaya maggot dan dapat meningkatkan hasil budidaya,” pinta Asep.

Harapan senada disampaikan oleh Ketua Pokmas Meruyung Mandiri, Ahmad Amarullah selaku fasilitator pengadaan rumah maggot Kelurahan Meruyung.
Dikatakannya, eksistensi budidaya maggot di rumah maggot Meruyung sangat bermanfaat mengurangi jumlah sampah terbuang khususnya sampah organik hasil aktivitas rumah tangga sebab sebagian besar sampah organik tersebut dioptimalkan untuk pakan maggot.
“Kami sangat berterimakasih kepada bapak Lurah dan para Ketua lingkungan yang sudah mensosialisasikan kepada warga mengumpulkan sampah organik sisa kegiatan memasak untuk pakan maggot dan aktivitas pengambilan sampah organik sudah dilaksanakan oleh karyawan rumah maggot sejak beberapa bulan terakhir, dan Alhamdulillah banyak warga yang mendukung program optimalisasi sampah organik untuk pakan maggot di rumah maggot Rt 02/10,” papar Aa, sapaan Ahmad Amarullah.
Sementara, Ketua Rt 02/10 Kelurahan Meruyung, Jumadi meminta kepada pengurus atau karyawan rumah maggot untuk tidak mengendorkan kinerja dan tetap semangat dalam mengembangkan budidaya maggot meskipun saat ini pembiayaan operasional budidaya maggot dilakukan secara mandiri tanpa disupport dari anggaran Pemerintah.
“Mudah mudahan karyawan rumah maggot tetap semangat walaupun sekarang harus mengelola secara mandiri dan tidak lagi mendapat honor dari anggaran Pemerintah,” pinta Jumadi. n Asti Ediawan








