
Limo | jurnaldepok.id
Meski belum genap dua bulan beroperasi namun aktivitas budidaya Maggot di rumah Maggot Kelurahan Limo sudah melakukan panen sebanyak enam kali dengan total hasil panen mencapai hampir 4 Kwintal.
Ketua kelompok masyarakat (Pokmas) budidaya Maggot Limo, Eggi Pramana Saputra mengatakan prospek pengembangan usaha budidaya Maggot sangat menjanjikan bila dikelola secara serius sebab hasil dari budidaya maggot lumayan besar dan dapat dijadikan penghasilan tambahan keluarga.
“Alhamdulillah kami sudah enam kali panen dan menghasilkan maggot siapa jual sebanyak hampir 400 kilogram, hasil panen ini bisa ditingkatkan lagi pada panen panen berikutnya karena para pekerja semakin tau cara membudidayakan maggot dengan baik dan benar,” papar Eggi.

Saat ditanya terkait pemasaran maggot hasil panen, Eggi mengaku tidak ada masalah dengan pemasaran sebab sampai saat ini pihak Biomag selaku mitra usaha rumah Maggot masih aktif menampung hasil panen dengan harga Rp 5 ribu / Kilogram.
“Untuk pemasaran enggak ada masalah karena hasil panen bisa langsung dijual ke Biomag,” ungkap Eggi.
Progres menggembirakan kegiatan budidaya Maggot disambut baik oleh Ragil Gunawan selaku Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kantor Kelurahan Limo.
“Kami sangat berharap kegiatan budidaya maggot di rumah Maggot bisa terus berkembang dan memberikan hasil optimal agar masyarakat tertarik dan ikut melaksanakan kegiatan budidaya maggot secara mandiri,” ujar Ragil.
Harapan yang sama disampaikan oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Limo, H. Abdul Hamid.
“Sesuai tujuan awal dari program budidaya maggot adalah untuk menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat yang masuk dalam kategori pemberdayaan masyarakat, kami tentu sangat mendukung setiap langkah pembangunan yang menyentuh pada kepentingan masyarakat termasuk pengadaan rumah Maggot yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sebagai wadah kegiatan budidaya maggot yang secara langsung melibatkan masyarakat,” pungkasnya. n Asti Ediawan








