

Sawangan | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus melakukan pembenahan infrastruktur jalan. Ini dilakukan sebagai langkah mengantisipasi kemacetan.
Salah satu biang kemacetan adalah di Jalan Raya Sawangan-Muchtar. Pemkot Depok akan melakukan pelebaran jalan menuju ke Parung Bingung, Kecamatan Pancoran Mas.
Wali Kota Depok, H. Supian Suri mengatakan, tahun 2026 pihaknya akan memfokuskan anggaran pada pelebaran Jalan Raya Sawangan, Jalan Pemuda dan Jalan Engram.
“Pembebasan lahan untuk proyek tersebut telah mencapai sekitar Rp 40 miliar dan seluruh bidang kini telah disepakati,” katanya saat peresmian SMPN 3 Depok, Kamis (08/01/2025).
Pemkot juga mengalokasikan anggaran tambahan untuk pelebaran jalan menuju Parung Bingung serta pembangunan dua jembatan baru untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Rekayasa lalu lintas satu arah pun tengah disiapkan untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut.
“Eksekusi fisiknya segera kita lakukan. Targetnya, alur kendaraan lebih lancar dan beban kemacetan bisa ditekan,” ujarnya.
Dengan tuntasnya pembebasan lahan, Pemkot Depok tinggal mengeksekusi pekerjaan fisik. Untuk tahun 2026, anggaran hingga Rp 40 miliar telah disiapkan khusus untuk pembangunan fisik Jalan Enggram dan Jalan Pemuda yang menjadi bagian tak terpisahkan dari koridor Jalan Raya Sawangan.
Pemkot Depok juga menyiapkan pembebasan jalan menuju Parung Bingung, Pancoran Mas, dengan nilai anggaran sekitar Rp 60 miliar.
Pelebaran dilakukan di sisi kiri jalur dari Parung Bingung ke arah Sawangan agar manuver kendaraan, khususnya di tikungan, menjadi lebih aman dan lancar.
Supian juga mengungkapkan rencana pelebaran dua jembatan di jalur turunan Parung Bingung menuju Sawangan. Dua jembatan tersebut akan dibangun ulang untuk menopang pelebaran Jalan Raya Sawangan, sekaligus mendukung kapasitas Jalan Enggram dan Jalan Pemuda.
“Nanti konsep lalu lintasnya satu arah. Dari Sawangan menuju Yapan satu jalur, sementara dari Parung ke bawah juga satu jalur. Di sekitar Rumah Makan Tirta Rasa akan kita atur belokan ke kiri agar arus kendaraan lebih lancar,” sambung Supian.
Dia meyakini, dengan skema tersebut, kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Sawangan yang selama ini menjadi keluhan warga bisa ditekan secara signifikan.
“Alurnya akan relatif, bahkan pasti, lebih lancar,” ucapnya yakin.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Depok, Teguh mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan pengadaan Konsultan Supervisi sekaligus proses lelang pekerjaan fisik proyek tersebut.
“Saat ini kita sedang persiapan pengadaan Konsultan Supervisi dan persiapan pengadaan lelang fisik. Perkiraan pelaksanaan fisiknya di bulan April,” katanya.
Dia menambahkan, pelebaran Jalan Enggram-Pemuda menjadi salah satu proyek prioritas infrastruktur karena ruas jalan tersebut kerap mengalami kepadatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Ia menjelaskan, keberadaan konsultan supervisi dibutuhkan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan fisik berjalan sesuai dengan perencanaan teknis, standar mutu, serta jadwal yang telah ditetapkan.
Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, H. Dadan Rustandi merasa bersyukur pembebasan lahan Jalan Enggram telah rampung 100 persen.
“Alhamdulillah, dari kurang lebih 54 bidang, semuanya sudah tuntas kami bebaskan di akhir tahun kemarin,” ucapnya. n n Aji Hendro








