

Laporan: Aji Hendro
Para finalis Entong dan Neng Kota Depok terpilih nantinya akan menjalani tugas selama satu tahun ke depan. Mereka akan berkolaborasi dengan dinas terkait, khususnya dalam upaya pelestarian budaya Kota Depok.
Ketua Penyelenggara Grand Final Entong dan Neng Kota Depok 2025/2026, Oktaviani Putri Handayani, mengatakan, kegiatan ini bertujuan mencari potensi anak-anak Depok sejak dini.
“Finalis yang tampil berjumlah 14 orang, hasil seleksi dari berbagai kecamatan di Kota Depok,” katanya, Senin (12/1/2026).
Ia menambahkan, sebelumnya terdapat 25 peserta yang mengikuti rangkaian seleksi dan pembekalan selama tiga bulan, mulai September hingga Desember 2025. Selama masa pembekalan, peserta mendapatkan 18 materi.
“Mulai dari Kominfo, Kepolisian, BNN, hingga penguatan budaya seperti musik gong si bolong, tari tradisional, dan permainan tradisional,” ungkapnya.
Selain itu, para finalis juga dibekali materi tentang isu sosial, seperti pencegahan bullying dan bahaya narkoba, yang disampaikan langsung oleh narasumber berkompeten.
Oktaviani menyebutkan, para Entong dan Neng terpilih nantinya akan menjalani tugas selama satu tahun ke depan dengan berkolaborasi bersama dinas terkait, khususnya dalam upaya pelestarian budaya Kota Depok.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menyampaikan selamat kepada Yayasan Clarinta Elata Internasional selaku penyelenggara puncak acara Pemilihan Entong dan Neng 2025/2026.
“Ini acara yang sangat bagus. Menjadi wadah atau ajang untuk menggali potensi generasi muda Kota Depok dan mengembangkannya,” katanya.
Dia menambahkan, pemilihan Entong dan Neng tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda yang dikemas dengan nuansa budaya lokal.
“Dibalut dengan kemasan budaya, ada cerita budaya, musik, fashion, dan pengenalan budaya Depok. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan selamat kepada para Entong dan Neng yang terpilih, seraya berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang dan berkontribusi positif.
“Mudah-mudahan ini menjadi tambahan motivasi untuk lebih berprestasi, mengembangkan bakat masing-masing, dan menggapai cita-cita,” tambahnya.
Panggung final yang sarat nilai tradisi itu akhirnya menobatkan Fazle Mawla Aljiyad dan Fatimah Azzahra sebagai Entong dan Neng Kota Depok 2025/2026 kategori usia 13–16 tahun.
Sementara untuk kategori 9–12 tahun, gelar Entong dan Neng diraih oleh Noah Andhika Baskara dan Aisya Calista Anidya Veron. n








