Aduh…Tak Punya Modal Buat Nikah, Calon Pengantin Nyolong Besi Gorong-gorong

144
Aksi dua sejoli terekam CCTV saat hendak mencuri besi gorong-gorong.

Tapos | jurnaldepok.id
Pasangan kekasih yang akan melakukan pernikahan pada 2026 harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya mereka diketahui mencuri besi penutup saluran air di Cilangkap, Tapos

Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono mengatakan, pelaku adalah SA dan SN. Mereka diamankan di Kampung Pulo, Kelurahan Cilangkap.

“Kita kembangkan ternyata yang bersangkutan ini sepasang kekasih pelakunya yang selalu bekerja sama-sama untuk melakukan pencurian,” katanya, kemarin.

Keduanya menggasak beberapa barang yang tidak memiliki nilai besar. Di antaranya adalah penutup drainase, helm, keranjang motor, hingga sprei. Meski begitu, warga merasa geram barang-barang rumahnya kerap menghilang secara misterius.

Saat diamankan, sejoli tersebut mengaku terpaksa mencuri untuk kebutuhan hidup saja dan langsung menjual barang hasil curiannya.

Jupriono menambahkan, pengusutan kasus tersebut bukan persoalan nilai barang yang diambil.

“Banyak masyarakat yang diresahkan oleh aksi pencurian sejoli tersebut,” ujarnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Cimanggis, AKP Bowo mengatakan pengakuan pelaku mencuri bersama-sama karena faktor kebutuhan ekonomi.

Selain karena kepepet buat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari juga informasinya kalau kedua sejoli muda ini akan berencana menikah di tahun 2026 setelah pergantian tahun. Akibat tekanan kebutuhan ekonomi serta keperluan biaya pernikahan, Bowo menyebutkan bahwa pelaku akhirnya nekat bekerja sama dengan pihak lain untuk melakukan aksi pencurian.

“Keranjang besi dan penutup drainase terbuat dari besi setelah dicuri langsung dijual ke lapak pedagang bekas,” katany.

Kedua pelaku akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, setelah penyidik menjerat mereka dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

“Ancaman pidana bagi kedua pelaku dijerat dengan ancaman diatas 7 tahun penjara. Sedangkan barang bukti keranjang besi motor yang dicuri sama pelaku disita anggota sebagai barang bukti di persidangan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Agus Trianta menjelaskan, peristiwa tersebut bermula terjadinya kehilangan tujuh penutup besi drainase di lingkungannya dalam dua bulan terakhir.

“Selain penutup drainase, warga juga mengeluhkan banyaknya pencurian barang-barang di lingkungan,” katanya.

Hal ini membuat warga murka karena terlalu sering mengalami kehilangan yang ternyata dilakukan oleh pasangan sejoli. Bahkan dalam seminggu bisa dua laporan, ada yang kehilangan tabung gas, sprei, helm, bahkan ada yang kehilangan ponco.

Pencurian penutup drainase sangat meresahkan warga karena aset tersebut dari pemerintah yang didapatkan melalui pengajuan resmi.

“Wilayah kita ini sangat rawan banjir, jadi riskan kalau drainase tidak berfungsi dengan baik,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here