
Laporan: Aji Hendro
Google Developer Groups (GDG) Depok menggelar konferensi teknologi terbesar di Kota Depok, DevFest Depok 2025. Acara digelar di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI).
Ajang ini menjadi wadah bertemunya ratusan pengembang perangkat lunak (developer), akademisi, dan pemerintah. Mereka akan menjawab tantangan kesenjangan talenta digital yang masih menjadi isu utama dalam ekosistem ekonomi kreatif. Acara ini mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat Rispiaga menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendorong pengembangan talenta digital sebagai fondasi ekonomi kreatif berbasis teknologi.
Dia memaparkan data realisasi investasi industri kreatif di Jawa Barat yang mencapai Rp 38,37 triliun hingga Triwulan III 2025. Dari total tersebut, subsektor Aplikasi menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp 18,25 triliun.
Jawa Barat memiliki kontribusi signifikan terhadap ekonomi kreatif nasional. Namun tantangan terbesarnya adalah kesiapan sumber daya manusia. Data menunjukkan, hingga 2030 pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat berasal dari bidang Big Data Specialist, Fintech Engineer, dan AI Specialist.
“DevFest Depok menjadi salah satu langkah konkret untuk menyiapkan talenta-talenta tersebut,” kata Rispiaga, kemarin.
Sementara itu Wakil Wali kota Depok Chandra Rahmansyah menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memandang inisiatif komunitas seperti DevFest sebagai akselerator pengembangan kota berbasis inovasi.
“Sangat penting kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem teknologi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok Manto yang menilai penguatan literasi digital dan pengembangan talenta teknologi sebagai kunci transformasi layanan publik dan daya saing daerah.
“Peran akademisi turut memperkuat sinergi tersebut,” katanya.
Direktur CEP-CCIT Fakultas Teknik Universitas Indonesia Muhammad Suryanegara mengapresiasi peran komunitas teknologi dalam mempercepat transformasi digital daerah serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan komunitas.
Dia menekankan pentingnya link and match antara kurikulum pendidikan tinggi dan kebutuhan industri digital agar lulusan siap bersaing di dunia kerja.
Mengusung tema “Code Beyond the Max Level”, DevFest Depok 2025 menghadirkan enam pembicara berkaliber internasional yang terdiri dari Google Developer Experts (GDE) dan praktisi industri.
Materi yang disampaikan berfokus pada teknologi masa depan, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), komputasi awan (Cloud), serta pengembangan pengalaman digital modern.
Sesi kecerdasan buatan dibawakan oleh Sidiq Permana (GDE Android) dan Muhammad Ghifary (GDE AI) yang mengulas integrasi AI dalam rekayasa perangkat lunak modern.
Sementara itu, Qassandra Chaidir (GDE Cloud) bersama Adel Aulia (ARTOTEL Group) membahas efisiensi infrastruktur cloud dan strategi Financial Operations (FinOps).
Topik inovasi pengalaman visual melalui Extended Reality (XR) disampaikan oleh Veronica Putri Anggraini (GDE Android), sedangkan Eko Kurniawan Kannedy mengupas penerapan arsitektur sistem berperforma tinggi di industri digital. n








