Pesta Kembang Api Dilarang, Wali Kota Imbau Perayaaan Malam Tahun Baru Tidak Berlebihan

250
H. Supian Suri | Wali Kota Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Supian Suri mengimbau seluruh masyarakat untuk merayakan malam tahun baru secara sederhana. Pihaknya tidak melarang warga merayakan malam tahun baru namun diimbau tidak menyalakan kembang api.

“Perayaan tahun baru seharusnya menjadi momentum refleksi dan kebersamaan, bukan sekadar euforia sesaat,” katanya, Selasa (30/12/2025).

Dia mengingatkan penggunaan kembang api kerap menimbulkan dampak negatif. Mulai dari gangguan keamanan, kebisingan, hingga pengeluaran yang dinilai mubazir.

“Buat kita memberikan ruang kebahagiaan menjelang natal dan tahun baru, khususnya tahun baru kita sama-sama ber empati terhadap saudara-saudara kita yang di Sumatera, kebahagiaan kita tidak ber euforia dengan mubajir dengan kembang api dan yang lainnya,” ujarnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mendorong masyarakat untuk menumbuhkan empati, khususnya terhadap warga di wilayah Sumatra yang saat ini tengah terdampak bencana.

Supian mengajak warga mengalihkan semangat perayaan ke kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti donor darah, penggalangan bantuan kemanusiaan, serta aksi sosial lainnya.

Sementara itu, pelarangan pesta kembang api juga termaktub dalam Surat Edaran Wali Kota Depok Nomor 300/892/Disporyata/2025.

Pada poin ke-10 tertulis, himbauan menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenangan lingkungan dengan tidak melakukan perayaan tahun baru secara berlebihan seperti pesta kembang api atau sejenisnya.

Sementara itu Sekjen Kudus, Ustad Nurul Anwar mengapreasiai langkah wali kota yang mengajak warga Kota Depok agar tidak berlebihan merayakan pergantian malam tahun baru.

“Tahun baru adalah perpindahan dari tahun ke tahun yang mana itu adalah sebagai semangat buat meningkatkan kualitas hidup terutama yang diiringi dengan iman dan taqwa,” katanya.

Untuk hal tersebut minimal pada masyarakat terutama kepada warga Kota Depok dan umat muslim tentunya jangan menyia-nyiakan waktu tersebut hanya untuk yang berhura-hura.

“Jadi kita niatkan dari diri kita masing-masing tinggal kita untuk sibuk bersemangat meningatkan iman dan taqwa di Tahun Baru 2026,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here