
Jakarta | jurnaldepok.id
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ini sebagai komitmen untuk merealisasikan sejumlah program pengembangan dan penyelenggaraan kereta api di Jawa Barat.
Salah satunya jalur commuterline Nambo-Cibinong dan Citayam yang biasanya hanya 30 menit sekali perjalan dan rencananya bisa 15 menit sekali.
“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh warga Depok yang saya cintai hari ini bersama dengan Pak Bobby Direktur PT KAI informasinya buat warga Depok khususnya yang menggunakan kereta dari Nambo-Citayam, jadi Insya Allah besok dengan kerjasama yang dibangun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan PT KAI, jadi berapa menit sekali pak? 15-30 menit, jadi yuk manfaatkan transportasi umum kereta api KRL Nambo-Citayam buat makin nyaman,” kata Wali Kota Depok, H. Supian Suri.

Hal itu disampaikan Supian saat penandatanganan yang berlangsung di Kereta Inspeksi (KAIS) ketika Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan perjalanan dari Purwakarta, Jawa Barat, menuju Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.
Dalam video yang diunggah Dedi ke akun Instagram miliknya, terdapat lima poin komitmen yang akan dijalankan dalam beberapa tahun ke depan. Salah satunya adalah pengoperasian kereta pariwisata yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Sukabumi, dan Cianjur dengan nama KA JAKALALANA, yang dijadwalkan diluncurkan pada 14 Desember 2025.
Dedi menjelaskan bahwa anggaran untuk proyek ini bersumber dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
“Yang dibiayai oleh pemerintah daerah adalah kereta kilat Pajajaran, itu menghubungkan Jakarta sampai Banjar dengan waktu tempuh tiga jam,” ujar Dedi.
Selain itu, akan diluncurkan lokomotif gerbong pengangkut hasil pertanian dan perdagangan untuk rute Jakarta–Cirebon, Jakarta–Tasikmalaya, dan Jakarta–Banjar.
Pemprov Jabar juga merencanakan pembangunan kereta listrik yang menghubungkan Padalarang hingga Cicalengka.
Meski demikian, Dedi menyoroti beberapa persoalan yang perlu segera ditangani, salah satunya adalah lahan di bantaran rel yang banyak beralih fungsi.
“Itu kan tanahnya banyak alih fungsi, sehingga ada kekumuhan yang harus segera dibenahi ke depan,” katanya.
Untuk merealisasikan rencana strategis itu, Pemprov Jabar telah mempersiapkan alokasi anggaran mencapai Rp 8 triliun, yang saat ini masih menjalani proses penyusunan detail engineering design (DED).
Dia menambahkan, untuk layanan Commuter Line, pemerintah daerah memastikan adanya peningkatan pelayanan khususnya pada rute Nambo–Citayam sebagai bagian dari perbaikan konektivitas harian masyarakat. n Aji Hendro








