SPPG Segi Antara Pastikan Makanan Yang Disajikan Berkualitas Sesuai Aturan BGN

207
Suasana penyajian makan siang di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Segi Antara.

Margonda | jurnaldepok.id
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Segi Antara menerapkan prosedur ketat yang sudah ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Prosedur itu dilakukan untuk mencegah terjadinya keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemilik Dapur selaku Mitra pengelola SPPG Segi Antara, Irwansyah Iwen Chava kepada wartawan mengatakan SPPG Segi Antara Depok menerapkan prosedur ketat terkait pengelolaan, Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemilihan bahan baku makanan.

Irwansyah Iwen Chava menjelaskan, pihaknya mengelola Makanan Bergizi Gratis sesuai prosedur Badan Gizi Nasional dan memastikan merekrut relawan-relawan profesional.

“Contoh misalnya kita itu rekrutmennya menggunakan salah satu situs untuk job seeker yang professional ya, kayak ahli gizi dan accounting itu kita professional, terutama juga Head chef dan assisten cheff ya,” katanya, Rabu (1/10/2025).

Dia menambahkan, juru masak atau koki di SPPG Segi Antara Depok merupakan tenaga profesional yang sudah berpengalaman.

“Artinya bukan hanya dia berbicara mengenai metode memasak segala macam, tapi bagaimana mereka punya experience memasak dalam jumlah yang cukup pengalaman dan profesional,” ujarnya.

Selain itu, relawan-relawan yang ada di SPPG Segi Antara Depok sebelumnya mengikuti proses seleksi yang ketat, juga terlebih dahulu mengikuti sosialisasi SOP (Standard Operating Procedure) yang berlaku sebelum bergabung.

“Itu perlu sekali memang menjadi pertimbangan kita dalam proses rekrutmennya,” tukasnya.

Tak hanya kualitas SDM yang diperhatikan, pemilihan menu dan bahan baku makanan juga tak luput dari pengawasan.

“Mengenai bahan baku sampai saat ini juga kita sortir ya, sortir lebih baik lagi, sehingga yang masuk ke dapur itu benar-benar sudah steril dan sudah kita cuci segala macam,” tambahnya.

Hanya bahan baku makanan yang sudah bersih dan higienis masuk tahap pengolahan untuk dimasak.

Para relawan yang bertugas di dapur SPPG juga mengenakan perlengkapan khusus untuk menjaga makanan tetap steril.

Makanan diolah dengan memperhatikan jeda waktu untuk didistribusikan ke sekolah dan dikonsumsi anak-anak.

“Ada beberapa metode yang kita gunakan untuk mengantisipasi jangka waktu, sehingga menimbulkan makanan ini bisa berpotensi untuk menjadi tidak baik,” ujarnya.

Saat ini, SPPG Segi Antara Depok melayani sekitar 3.700 penerima manfaat MBG untuk enak sekolah yang ada di wilayah seperti Grogol, Limo, Tanah Baru.

Dia menegaskan, orang tua tak perlu khawatir anak-anaknya mengkonsumsi MBG khususnya dari SPPG Segi Antara dan SPPG lainnya.

Karena pihak penyelenggara dan pengelola terus evaluasi dan improve untuk kedepannya lebih baik lagi kualitasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here