
Limo | jurnaldepok.id
Pekerjaan penataan drainase di Jalan Raya Limo menjadi sorotan para pengguna jalan lantaran proses pengerjaan drainase memicu terjadinya kemacetan panjang akibat sebagian bidang jalan dipenuhi tumpukan tanah galian sehingga tidak bisa dioptimalkan untuk aktivitas berkendaraan.
Ardi salah satu pengguna jalan mengaku sangat tidak nyaman saat melintas di area proyek drainase di wilayah Limo seraya berharap pihak kontraktor pelaksana proyek tidak memanfaatkan bidang jalan untuk menumpuk tanah galian drainase yang menjadi pemicu terjadinya kemacetan.
“Kami para pengguna jalan jelas sangat terganggu dengan keberadaan tumpukan tanah galian proyek saluran air di jalan raya Limo karena tumpukan tanah di badan jalan telah memicu terjadinya kemacetan panjang bahkan mencapai lebih dari satu kilometer,” ujar tegas Ardi.

Pernyataan Ardi dibenarkan oleh Heri salah satu warga Kecamatan Limo yang mengaku sangat terganggu dengan adanya tumpukan tanah galian proyek penataan Drainase di sejajar ruas jalan raya Limo.
“Beberapa minggu yang lalu terjadi kemacetan yang dipicu pekerjaan proyek drainase di depan Yaspi hingga Jalan Wahid Hasyim, sekarang proyeknya berpindah ke depan Koramil perbatasan Limo dengan Cinere yang juga bikin macet lantaran tanah galian drainase ditumpuk diatas bidang jalan, kami berharap hal ini bisa menjadi perhatian dari pemerintah untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas,” pinta Heri.
Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, H. Abdul Hamid berjanji akan menyampaikan keluhan para pengguna jalan terkait adanya tumpukan tanah galian di bahu ruas jalan yang berdampak terhadap kelancaran arus lalin di jalur Limo – Cinere.
“Nanti akan kami sampaikan keluhan para pengguna jalan kepada pihak pelaksana proyek,” ujar Abdul Hamid kepada Jurnal Depok, Selasa (30/09/25).
Banyaknya keluhan pengguna jalan atas pelaksanaan pekerjaan proyek penataan Drainase di sejajar ruas jalan raya tampaknya memang harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR selaku pihak pengadaan proyek penataan saluran air (Drainase) di kawasan seputar jalan raya, pasalnya sebelum nya telah banyak keluhan masyarakat pengguna jalan terhadap proses pengerjaan proyek serupa di kawasan Parung Bingung dan sejajar ruas Jalan Raya Mampang. n Asti Ediawan








