Nyolong HP, Mantan Bos Rentenir Diamuk Massa Saat Kencan dengan Pacarnya

125
Polisi saat mengamankan mantan bos rentenir yang mencuri HP.

Bojongsari | jurnaldepok.id
ISL mantan pemilik salah satu bank keliling diamuk massa karena mengambil tas di kawasan Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari.

Kanit Reskrim Polsek Bojongsari, AKP Teguh mengatakan, berdasarkan laporan anggota di lapangan peristiwa pencurian tas yang sempat viral di media sosial dengan pelapor berinisial RS, anak dari korban S.

Teguh mengungkapkan, kronologis kejadian diketahui kejadian TKP Jalan Serua RT 1 RW 14, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.

Kejadian bermula ketika pelaku datang ke warung nasi uduk korban milik S untuk memesan kopi. Kemudian pelaku menyuruh korban untuk solat magrib di dalam.

“Setelah solat korban keluar, melihat pelaku sudah tidak ada bersama tas berisi uang dan hp ikut raib diambil pelaku,” katanya, Minggu (12/10/2025).

Untuk memastikan pelaku telah mengambil tas korban, lanjut Teguh, pelapor yaitu anak korban mengecek kamera cctv milik tetangga depannya kelihatan pelaku mencuri.

Dengan melakukan pencarian dari rekaman CCTV akhirnya pelaku dapat ditangkap saat sedang jalan bersama teman wanitanya.

Tiba-tiba wajah pelaku sudah kesebar di media sosial mengetahui pencuri sama warga langsung diamankan.

“Waktu bersamaan pelaku sama warga dibawa ke TKP rumah korban dan warga yang geram mencoba menghakimi pelaku tidak lama anggota datang langsung mengamankan dibawa ke Polsek Bojongsari,” tuturnya.

Menurut Teguh, alasan pelaku saat dimintai keterangan penyidik di Polsek mencuri karena terbelit kebutuhan hidup.

“Sempat punya usaha bank keliling tapi tutup. Saat ini pelaku sudah tidak bekerja untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari akhirnya nekad mencuri dan ketangkap. Alasan usaha pelaku bangkrut karena sering bermain Judol,” ungkapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan pelaku, Teguh menjeratnya dengan Pasal 363 KUHP pencurian pemberatan dengan ancaman pidana diatas 5 tahun.

Sementara itu pelaku mengatakan pernah memiliki usaha koperasi bank keliling tapi tutup.

“Sebelum Covid pernah menjalankan usaha Koperasi bergerak di Bank Keliling. Tapi berjalan waktu akhirnya tutup karena bangkrut,” katanya.

Pengakuan pelaku salah satu faktor bangkrutnya usaha yang sempat dijalani sebagai Bank Keliling, karena suka main judi online (Judol).

“Tidak ada perkembangan uang yang masuk untuk main judol sampai akhirnya usaha tutup,”katanya.

Sampai akhirnya, karena terpojok sudah tidak punya uang karena sudah tidak bekerja, akhirnya ada kesempatan mencuri uang milik pedagang nasi uduk.

“Saat kejadian saya mencoba membeli nasi uduk di warung korban. Bertepatan pada waktu solat Magrib, ibu-ibu merupakan korban saya suruh ke dalam untuk solat magrib. Ada kesempatan uang yang ada di etalase langsung saya ambil diam-diam,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here