Modus Pinjam Uang, Ketua LPM dan Anggota Ormas jadi Korban Hacker

209
Inilah modus pelaku penipuan dengan modus kirim pdf dan pinjam uang.

Cinere | jurnaldepok.id
Masyarakat diminta untuk lebih waspada dan berhati hati terhadap berbagai modus aksi penipuan yang kerap dilakukan oleh hacker dengan mengoptimalkan kelengahan dan ketidaktahuan pengguna handphon sebab dalam beberapa bulan terakhir kasus penipuan berbasis digital tersebut semakin marak dan membuat resah para pengguna telepon seluler.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pejabat dikalangan Pemerintahan dan tokoh masyarakat dicatut namanya oleh hacker untuk melakukan aksi penipuan dengan modus menyebar undangan digital dan meminjam uang kepada semua pemilik handphon yang nomornya tercantum di telepon seluler milik pejabat dan para tokoh yang dicatut namanya.

Kasus terbaru, Tarmizi alias Somai salah satu anggota organisasi masyarakat (Ormas) juga menjadi korban pencatutan nama yang dilakukan oleh hacker dengan modus menyebar undangan pernikahan digital kepada semua nomor yang tersimpan di handphon miliknya.

Atas kejadian itu, Somai mengaku sangat kesal terhadap ulah sang hacker seraya meminta kepada semua relasi untuk tidak membuka undangan pernikahan tersebut karena itu merupakan modus penipuan yang dilakukan oleh hacker.

“Ya, saya sangat dibuat malu pada hari Sabtu dan Minggu kemarin banyak teman, relasi dan kolega saya menanyakan prihal undangan pdf yang terkirim melalui nomer HP saya dan ada juga yang menerima pesan WhatsApp seolah dari saya dengan modus minta di transfer uang dan undangan pdf , semua itu tidak benar karena saya tidak pernah menyebar undangan pernikahan dan tidak menyampaikan pesan meminjam uang kepada siapapun, jadi saya mohon kepada teman dan kolega untuk tidak meresponnya,” pinta Somai.

Sebelumnya kasus serupa menimpa Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Husin Tohir.

Husin yang mengaku sempat panik dan kelimpungan atas kejadian itu bahkan memutuskan untuk mengganti nomor HP miliknya yang telah digunakan oleh Hacker untuk melakukan aksi penipuan.

“Ya, sebulan yang lalu saya sempat dibikin repot oleh pelaku penipuan digital karena saat itu nomor HP saya di Hack dengan modus meminjam uang dan undangan pernikahan, saking paniknya saya sampai memutuskan mengganti nomor HP,” tegas Husin.

Sekedar informasi kepada masyarakat, undangan digital penipuan merupakan modus kejahatan siber dimana pelaku mengirimkan tautan atau file berbahaya dan biasanya dalam format APK melalui pesan singkat seperti WhatsApp untuk mencuri data pribadi dan keuangan korban.

Untuk menghindari penipuan semacam ini, masyarakat pengguna handphon diminta untuk tidak mengklik tautan atau menginstal file dari pengirim yang tidak dikenal atau dengan cara melakukan konfirmasi secara langsung kepada pemilik nomor sebelum membuka atau mengklik undangan pdf yang dikirimkan ke HP anda. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here