
Limo | jurnaldepok.id
Meningkatnya kualitas sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar di suatu sekolah menjadi salah satu pertimbangan masyarakat untuk memasukkan putra putrinya menimba ilmu di suatu lembaga pendidikan formal.
Menyadari akan hal ini, jajaran praktisi pendidikan di MI Hayatul Islamiyah Meruyung terus berupaya meningkatkan kualitas fasiltas penunjang kegiatan belajar mengajar mulai dari gedung sekolah hingga fasilitas penunjang KBM lainnya.
Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hayatul Islamiyah Meruyung, Ahmad Jazuli mengakui adanya peningkatan animo masyarakat terhadap MI. Hayatul Islamiyah Meruyung hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah warga yang mendaftarkan anaknya pada setiap penerimaan peserta didik baru (PPDB) dalam beberapa tahun terakhir.

“Alhamdulillah dalam beberapa tahun belakangan animo masyarakat untuk memasukkan anaknya bersekolah di MI Hayatul Islamiyah Meruyung terus meningkat dan untuk penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2026/2027 saja kami sudah mendapatkan 23 calon siswa baru,” ujar Jazuli usai melaunching Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) MI Hidayatul Islamiyah Meruyung yang dibarengi dengan kegiatan pekan budaya yang menampilkan kreasi pada siswa.
Dikatakannya, meskipun animo masyarakat cenderung terus meningkat, namun pada penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2026/2027 pihaknya hanya akan menerima sebanyak 3 rombongan belajar.
“Walaupun minat masyarakat terus meningkat, tapi untuk tahun ini kami hanya akan menerima tiga kelas siswa baru, kebijakan ini mengacu ketersediaan sarana prasarana yang ada serta jumlah kelulusan,” imbuhnya.
Ungkapan senada disampaikan oleh Ahmad Amarullah salah satu tenaga pendidik di MI Hidayatul Islamiyah Meruyung.
AA, Sapan akrab Ahmad Amarullah mengaku optimistis target penerimaan siswa baru akan terpenuhi bahkan mungkin melampaui target sebab biasanya para orang tua anak baru melakukan pendaftaran saat mendekati tahun pelajaran baru.
“Kami sangat optimis target penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2026/2027 bisa terpenuhi, sekarang saja sudah banyak yang mendaftar dan mendapatkan potongan sebesar Rp 300 ribu,” papa Ahmad Amarullah.
Saat disinggung soal pelaksanaan pekan budaya, AA mengatakan penyelenggaraan pekan budaya bertujuan untuk menyemarakkan launching SPMB yang mengundang sejumlah pengelola sekolah usia dini TK dan PAUD di wilayah Kecamatan Limo dan sekitarnya.
“Ya, pekan budaya menampilkan kreasi seni budaya bernuansa Jawa Barat, tarian, Kosa Kata, puisi dan lain lain yang dibawakan oleh siswa kelas satu hingga kelas 6, semua dilakukan untuk memeriahkan acara Launching SPMB,” pungkasnya. n Asti Ediawan








