Lembaga Kebudayaan Daerah Kota Depok Kenalkan Kesenian Lenong ke Siswa

140
Lembaga Kebudayaan Daerah (LKD) Kota Depok saat memperkenalkan tradisi seni Betawi Lenong pada siswa di Kota Depok.

Laporan: Aji Hendro
Lembaga Kebudayaan Daerah (LKD) Kota Depok memperkenalkan tradisi seni Betawi Lenong pada siswa di Kota Depok. Hal itu dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang Lenong.

Ketua LKD Kota Depok, Kurniawan mengatakan, pelatihan mengenai seni Lenong telah digelar sejak Februari 2025. Dari pelatihan tersebut, siswa menjadi mengenal seni peran, keberanian tampil di publik, mengolah rasa dalam kesenian juga berbagai instrumen dan kostum tradisi juga Bahasa Betawi.

“Kita mengharapkan mereka kelak akan mendukung iklim dan aktivitas di kota ini. Setidaknya mereka dapat mengapresiasi, melestarikan sekaligus melindungi seni tradisi Betawi Depok,” katanya, Minggu (5/10/2025).

Beberapa penggiat teater seperti Andre Bayuardi, Iman Sembada, Bambang Wahyudin, Edi Darim, dan Arief Lintau Darwis, juga telah mengisi materi di selama beberapa bulan pelaksanaan pelatihan lenong.

Sebelum pementasan yang dilakukan di panggung, para pelajar itu telah menjalani, diskusi, pelatihan dan pementasan Lenong Denes Firman Jali, Lenong Preman “Emak” Iin Marlina.

Kurniawan menambahkan, selain pentas lenong, Lembaga Kebudayaan Depok juga akan meluncurkan secara simbolik kaver buku bertajuk “Menyusur Jejak Lenong di Tanah Depok (Tentang Lampau, Kini dan Masa Depan)”. Buku akan disebarkan setelah pementasan Lenong Denes dan Lenong Preman.

Buku ini merangkum wawancara para maestro dan pelaku lenong juga pengamat seni tradisi Betawi di antaranya “Emak” Iin Marlina, “Abang” Firman Jali, “Baba” Entong Manisah Boy, Prof.Semiarto Aji Purwanto, hingga “Encang” Yahya Andi Saputra bahkan kisah Lagu Dalem dan Lagu Sayur Encim Masnah.

Kegiatan yang diinisiasi oleh LKD dengan pembina yaitu Nuroji.yang juga anggota DPR RI ini juga didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melalui program Indonesiana.

Sementara itu, Fahwa, salah satu pemain dari Sekolah Master, Depok menambahkan seni sandiwara tradisi Betawi Lenong diminati juga oleh generasi masa kini. Pertanyaan bahwa tradisi menjadi asing bagi para remaja terjawab, bahwa dengan pendekatan tertentu maka mereka akan dapat menikmatinya.

“Saya kira dulu Lenong itu tak menarik. Ternyata kalau kita terlibat kita sangat menyukainya, saya selalu hadir dari latihan peran sampai ke pementasannya,” katanya.

Pelajar lainnya, Irwansyah dari SMA PGRI mengatakan, kegiatan pelatihan lenong ini mendapatkan dukungan dari kedua orangtuanya. Keluarganya yang juga terlibat dalam kegiatan tradisional Betawi, sangat mendukung kegiatan yang dia lakukan di masa dia masih pelajar ini.

Selain pentas lenong, Lembaga Kebudayaan Depok juga akan meluncurkan secara simbolik kaver buku bertajuk “Menyusur Jejak Lenong di Tanah Depok (Tentang Lampau, Kini dan Masa Depan)”. Buku akan disebarkan setelah pementasan Lenong Denes dan Lenong Preman.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disporyata Depok, Startik menekankan pentingnya generasi muda dalam pelestarian budaya. Seni Lenong merupakan Budaya Betawi yang sudah melahirkan beberapa legenda seniman yang tidak asing lagi di Indonesia,bsemisal Bokir, Nasir, Nirin kumpul, Mpok Nori, Mandra, Omas dan lain lain.

Tentunya seni budaya lenong ini perlu di lestarikan dan dikembangkan terus agar mampu bersaing dengan kesenian modern.

“Upaya-upaya yang di inisiasi oleh Bang Haji Nuroji yang juga Ketua Dewan Kesenian Depok tentu perlu kita apresiasi dan kita dukung Penuh,” katanya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here