Kementrian PKP dan Pemkot Bakal Benahi Pemukiman Kumuh di Depok

464
Wali Kota Depok, H. Supian Suri saat mendampingi Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah melihat pemukiman padat dari Gedung Balai Kota Depok.

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan Kementrian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) akan melakukan penataan kawasan kumuh. Hal itu dikatakan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah saat melakukan pertemuan dengan Wali Kota Depok, H. Supian Suri di Depok.

Fahri mengatakan, kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemkot Depok, dan pihak akademisi akan difokuskan pada pilot project penataan kawasan yang memiliki nilai strategis tinggi.

Salah satu contohnya adalah Kampung Lio, Kelurahan Depok, yang menurutnya berpotensi menjadi proyek percontohan nasional.

“Misalnya nanti Kampung Lio, bisa kita jadikan sebagai proyek strategis nasional untuk penataan. Dan mudah-mudahan ini karena studinya sudah banyak, tinggal kita implementasikan,” katanya, Selasa (7/10/2025).

Fahri Hamzah menyoroti banyaknya danau dan setu di Depok yang perlu dijaga. Tidak hanya sebagai reservoir air, tetapi juga sebagai pusat keindahan dan ruang publik yang bisa dimanfaatkan warga untuk rekreasi di akhir pekan.

“Sehingga ekosistem kehidupan masyarakat, terutama di Depok, bisa lebih baik. Tidak semua harus ke mal, tetapi juga ke alam-alam yang sudah baik ini yang kita mau jaga,” ujarnya.

Dia menambahkan kedepannya adalah pembentukan tim bersama antara Pemkot Depok, pihak akademisi, dan kementerian untuk menyusun desain, anggaran, dan pelaksanaan proyek.

Langkah ini juga terkait dengan program nasional tiga juta rumah, di mana penataan kawasan pinggir sungai, danau, rel, dan jalan bisa dimanfaatkan untuk penyediaan rumah terjangkau bagi masyarakat.

“Kalau kita tata kawasan, pinggir sungai, pinggir danau, pinggir rel, pinggir jalan, itu kawasan-kawasan tanah yang bisa diakses murah. Harga rumah turun, perolehan rumah akan mudah,” ungkapnya.

Fahri menekankan, Depok memiliki potensi besar untuk menjadi kota yang paling maju di Indonesia karena keberadaan kampus besar, pejabat penting, serta aktivitas politik dan bisnis yang tinggi.

“Depok harus menjadi kota yang paling maju. Ini kota yang paling kelihatan dan berpotensi menjadi percontohan pembangunan di tingkat nasional,” tambahnya.

Di lokasi sama, Wali Kota Depok, H. Supian Suri mengatakan, kunjungan Wamen PKP Fahri Hamzah sendiri dalam rangka program pembangunan dan renovasi tiga juta rumah untuk mengurangi ketimpangan sosial ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wamen Fahri menyampaikan potensi dan tantangan pembangunan perumahan perkotaan di Kota Depok, sekaligus membahas kolaborasi strategis dengan pemerintah kota.

Dia menyoroti sejumlah kawasan kumuh, termasuk di sekitar Setu Rawa Besar, yang membutuhkan perhatian serius.

“Kami berharap adanya dukungan Kementerian agar kawasan tersebut dapat ditata lebih baik, termasuk dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan master plan yang sudah siap,” katanya.

Dia memohon dukungan dan bantuan karena memang keterbatasan dalam menata kota ini menjadi kota yang ideal, termasuk kawasan pemukiman dan pesisir sepanjang Ciliwung.

Selain itu, Wali Kota Depok mengungkapkan tindak lanjut kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait penataan aliran Sungai Cipinang dan Setu Jatijajar.

Menurutnya, pengelolaan sungai ini penting untuk mengatasi pencemaran dan sampah, sekaligus mendukung kawasan pesisir yang berpotensi menjadi ruang publik yang tertata. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here