Kadis Damkar Ungkap, Sejak Januari Sampai September Terjadi 160 Kebakaran

57
Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api yang membakar warung ayam geprek.

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok telah menangani 160 kebakaran sejak Januari hingga September 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 128 orang mengalami luka.

Kepala DPKP Kota Depok, Adnan Mahyudin dalam keterangan tertulis kepada wartawan mengatakan selama sembilan bulan terakhir, pihaknya telah menangani berbagai kejadian. Mulai dari kebakaran rumah tinggal, tempat usaha, hingga penyelamatan warga akibat bencana maupun situasi darurat lainnya.

Dia merincikan, dari 160 peristiwa kebakaran, sebanyak 133 kasus terjadi di rumah tinggal, 57 kasus di tempat usaha, dan 44 kasus di lokasi lain.

Penyebab kebakaran terbanyak berasal dari korsleting atau arus pendek listrik. Lalu kebakaran akibat kompor gas 20 kasus dan penyebab lainnya mencapai 85 kasus.

“Penyebab kebakaran terbanyak berasal dari arus pendek listrik sebanyak 55 kasus,” katanya, Kamis (16/10/2025).

Dia menambahkan, perkiraan total kerugian akibat kebakaran ini berkisar Rp 550 juta dengan total 128 korban terdampak, yaitu 77 laki-laki, 44 perempuan, empat orang luka ringan, dua orang luka berat, dan satu meninggal dunia.

Selain kebakaran, DPKP Kota Depok juga menangani 1.436 kasus penyelamatan yang didominasi penanganan evakuasi warga dan hewan.

Jenis kasus penyelamatan paling banyak hewan liar dan warga yang mengalami kejadian cincin tersangkut di jari.

“Jumlah (evakuasi warga dan hewan) mencapai 1.402 kasus. Sementara itu, penanganan pohon tumbang tercatat 19 kasus, longsor atau banjir 15 kasus,” paparnya.

Selain itu, DPKP Kota Depok mencatat rata-rata waktu tanggap kebakaran 13 menit 33 detik dengan 120 kasus ditangani kurang dari 15 menit.

“Kami terus berupaya meningkatkan kecepatan respons melalui optimalisasi pos-pos Damkar di tiap wilayah dan perawatan armada,” ujarnya.

Kedepannya, pihaknya akan memperkuat sistem komunikasi darurat agar laporan warga bisa lebih cepat ditindak. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here