Dosen UPN “Veteran” Jakarta Latih Masyarakat Mengolah Limbah Organik

238
Dosen Fakultas Teknik dan Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jakarta foto bersama.

Limo | jurnaldepok.id
Tim pelaksana program pengabdian kepada masyarakat Dosen Fakultas Teknik dan Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta bekerjasama dengan bekerjasama dengan TP PKK Kecamatan Limo dan Bank Sampah 24 HABS telah menuntaskan kegiatan pelatihan pengolahan limbah organik menjadi produk Eco – Enzyme yang dapat dioptimalkan untuk pembersih alami serba guna.

Dosen Fakultas Teknis UPN “Veteran” Jakarta, Fajar Rahayu mengatakan, kegiatan pelatihan pengolahan limbah organik bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah dan limbah organik melalui inovasi Eco – Enzyme.

“Rangkaian kegiatan program pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan mulai dari 29 Juli 2025 dan berakhir pada 27 September 2025, kegiatan diawali dengan sosialisasi pembentukan Focus Group Discussion (FGD) bagi pengurus dan anggota TP PKK, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dan praktek pemanfaatan limbah organik menjadi Eco Enzyme dan ditutup dengan kegiatan monitoring evaluasi (Monev),” ujar Fajar.

Lebih lanjut lanjut dijelaskannya, proses pembuatan Eco Enzyme diawali dengan penetapan bahan yang akan digunakan seperti sisa buah buahan dan sayuran lalu diproses lalu diproses dengan metode fermentasi selama tiga bulan dan setelah itu Eco Enzyme siap dipanen.

Pajar menambahkan, program pengabdian kepada masyarakat ini bukan hanya sekedar upaya edukasi tetapi merupakan panggilan aksi perguruan tinggi melalui dosen dan mahasiswa dalam kontribusi mengurangi sampah yang selama ini masih menjadi momok bagi warga perkotaan. Pelaksanaan pelatihan pengolahan limbah organik yang diinisiasi oleh Dosen Fakultas Teknik UPN “Veteran” Jakarta disambut baik oleh Lia Kamelia selaku Pengurus TP PKK Kecamatan Limo.

Lia berharap, pelaksanaan pelatihan pengolahan limbah organik dapat berimbas pada pengurangan sampah terbuang oleh sebab itu, dia meminta kepada para peserta pelatihan untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat terkait cara mengolah limbah organik kepada warga dilingkungan masing masing.

“Jangan berhenti pada kegiatan pelatihan saja, tapi alangkah baiknya bila hasil dari pelatihan ini bisa di tindak lanjuti tataran masyarakat dan harus dilakukan mulai dari rumah tangga,” pinta Lia Kamelia.

Sementara Ketua Bank Sampah B 24 HABS sekaligus Founder 3K Foundation, Aprillianty mengatakan kegiatan sosialisasi pengolahan sampah harus lebih diintensifkan melalui kelompok masyarakat (komunitas).

“Sehingga program pemilahan sampah dapat terealisasi efektif dan membuahkan hasil maksimal, oleh sebab itu April mengimbau semua pihak agar lebih peduli terhadap penanganan sampah karena masalah sampah bukan hal sepele tapi merupakan bom waktu yang dapat berdampak negatif jika tidak ditangani secara komprehensif,” pungkasnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here