Wali Kota Jenguk Santri Keracunan Makanan, Dinkes Lakukan Investigasi Lapangan

61
Wali Kota Depok, H. Supian Suri didampingi Kadinkes saat menjenguk santri di RS Brimob.

Cimanggis | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, H. Supian Suri menjenguk santri pondok pesantren di RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua.

Dalam kesempatan itu Supian mendatangi beberapa ruang rawat inap yang merawat para santri.

“Alhamdulillah, kondisi anak-anak kita rata-rata sudah bagus. Walaupun tadi ada beberapa orang yang masih merasa pusing, namun yang lain sudah sehat. Hanya saja memang masih agak lemas, belum benar-benar fit,” ujarnya, Kamis (04/09/25).

Ia menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah melakukan pemeriksaan ke pondok pesantren untuk menelusuri penyebab keracunan.

Sementara itu Dinas Kesehatan Kota Depok masih menyelidiki kasus dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan santri Pondok Pesantren di Cimanggis. Berdasarkan data yang dihimpun, total santri yang mengalami keracunan mencapai 135 santri.

Sebagian korban ada yang masih menjalani perawatan itensif di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, Kelapa Dua, Kota Depok, dan puskesmas. Para santri keracunan diduga berasal dari makanan kornet.

Gejala yang ditimbulkan ada keluhan demam, pusing, muntah, dan diare. Untuk yang dirawat di RS Bhayangkara Brimob saat ini sebanyak 57 orang.

Dengan incian 31 santri memerlukan perawatan inap dan 26 santri yang lainnya mendapatkan penanganan medis melalui rawat jalan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, dalam kasus ini telah ditangani dugaan keracunan massal terhadap makanan.

“Investigasi sedang dilakukan. Sementara santri ini mengalami keluhan sudah dapat ditangani baik itu dari rumah sakit maupun puskesmas,” jelasnya

Menurut Mary, untuk data jumlah santri yang diduga alami keracunan mencapai 135 orang.

“Semua korban sudah dapat ditangani baik di rumah sakit maupun puskesmas,” tuturnya.

Kendati demikian, dari kasus keracunan massal ini, lanjut Mary, bukan dari penyebab mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis atau MBG.

“Itu hanya masalah makanan dapur dari pondok pesantren sehari-harinya masak untuk para santri,” tuturnya.

Terpisah Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono mengatakan anggota dari SPKT dan Reskrim sudah melakukan cek TKP.

“Laporan masyarakat ada dugaan kasus keracunan massal dari makanan dengan korban santri Ponpes di daerah Cimanggis,” katanya.

Untuk penyebab pasti keracunan massal, lanjut Jupri, masih belum bisa dipastikan karena masih dalam penyelidikan.

“Dari hasil pengecekan anggota rata-rata para korban sudah pulang ke rumah masing-masing, ada juga masih ada dirawat di rumah sakit,” tuturnya.

Kepala RS Bhayangkara Brimob, AKBP Arinando Pratama kepada wartawan mengatakan, sebanyak 57 santri ditangani di RS Bhayangkara Brimob.

“Kemudian sebanyak 31 di antaranya memerlukan rawat inap. Santri yang datang ini langsung ditangani tim medis RS Brimob dan setelah dilakukan triase, penanganan awal. Maka dinyatakan 31 di antaranya memerlukan perawatan lebih lanjut berupa rawat inap, kemudian cairan, dan penanganan dari dokter spesialis anak,” jelasnya.

Kemudian sebanyak 26 dinyatakan pulang. Total, per hari ini ada 72 santri yang dilakukan penanganan di RS Brimob. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here