Berikan Rasa Aman ke Masyarakat, Tim Gabungan Operasi Skala Besar

86
Tim gabungan saat melakukan patroli di wilayah Depok.

Margonda | jurnaldepok.id
Jajaran anggota Polres Metro Depok, Kodim 0508 Depok, dan Korps Brimob Polri menggelar operasi skala besar pada, Minggu (31/8/2025) malam. Hal ini Dilakukan untuk menciptakan stabilitas dan situasi kondusif.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras menjelaskan, operasi tersebut digelar untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ada 172 personil yang diturunkan dalam operasi skala besar tersebut. Mereka terbagi dalam tiga tim.

“Kegiatan ini kita lakukan demikian juga dengan jajaran Polsek untuk berkolaborasi dengan Kodim 0508 Depok. Tim dipimpin oleh masing-masing katim nya melaksanakan kegiatan pada Lokasi-Lokasi yang diindikasikan ada kerawanan disitu,” ujarnya, Senin (1/9/2025).

Dengan operasi ini diharapkan bisa mencegah tindakan anarki yang kemungkinan bsia terjadi. Operasi ini dilaksanakan secara berkesinambungan melihat situasi dinamika lapangan. Dikatakan Kapolres, sesuai dengan arahan Kapolri, pihaknya akan menindak tegas para pelaku anarkis.

“Tentu pola penanganannya jelas apa yang sudah diperintahkan oleh Bapak Presiden dan juga Bapak Kapolri untuk melakukan tindakan tegas terukur kepada mereka para pelaku-pelaku anarkis,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf Iman Widhiarto menambahkan, Kodam Jaya menurunkan 200 personel prajurit TNI untuk memperkuat pengamanan di Kota Depok. Penempatan pasukan ini Dilakukan pasca aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan di sejumlah daerah di Indonesia.

“Dan Insyaa Allah, kita telah mendapatkan personel prajurit dari Kodam Jaya sebanyak 200 orang. Nanti akan saya tempatkan baik secara mobile maupun secara statis,” Katanya.

Iman menegaskana, kondisi Kota Depok saat ini masih aman dan kondusif berkat sinergi antara apparat keamanan dan masyarakat. Namun, ia mengingatkan, ada Kelompok yang tidak bertanggung jawab berpotensi memicu kericuhan.

“Maka saya memohon, sampaikan ke jajaran masing-masing. Jaga kota kita, ini yang mengadakan kerusuhan-kerusuhan ini sudah di profiling di beberapa daerah, ini mereka Kelompok tidak dikenal,” ujarnya.

Dandim mengingatkan, Kelompok anarkis biasanya bergerak secara sistematis dan terstruktur. Mereka datang ke wilayah yang bukan domisilinya, melakukan aksi cepat, merusak fasilitasi umum, dan meninggalkan Lokasi dengan cepat.

Untuk itu, Dandim mengimbau masyarakat Kota Depok meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati terhadap potensi adu domba yang dapat mengganggu ketentraman lingkungan.

“TNI akan terus mendukung Polri Menjaga keamanan dan ketertiban, demi Mewujudkan Depok sebagai kota yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here