Jalan Raya Grogol Ditutup Tapi Kendaraan Masih Bisa Melintas, Pengguna Jalan Bingung

375
Inilah papan pengumuman terkait penutupan Jalan Raya Grogol.

Limo | jurnaldepok.id
Sejumlah pengendara roda dua dan pengendara roda empat mengaku bingung dengan pengumuman penutupan akses Jalan Raya Grogol mulai dari depan Puskesmas Limo di perapatan Grogol hingga depan pintu gerbang perumahan Vila Mutiara Cinere.

Pasalnya meskipun jelas diumumkan adanya penutupan jalan mulai tanggal 5 Agustus hingga 13 September, namun masih banyak kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat yang melintas baik di arah Grogol menuju Krukut maupun sebaliknya.

Aldi, salah satu driver ojek online mengaku tak mengerti mengapa pihak pelaksana pembangunan konstruksi jalan raya Grogol tidak menutup sepenuhnya ruas jalan raya Grogol sehingga tak ada kendaraan yang bisa menerobos.

Sementara disisi lain, masih terpasang papan pengumuman terkait pengalihan penutupan ruas jalan raya dan para pengendara diminta untuk mencari jalan alternatif.

“Ya, jujur saya bingung kalau mau ikut ikutan menerobos masuk, takut nanti didalam kejebak dengan tumpukan barang material bangunan konstruksi jalan, tapi kalau saya enggak ikut yang melanggar, saya harus muter jauh untuk sampai ke Krukut,” keluh Aldi.

Keluhan yang sama dilontarkan oleh Ruslan salah satu sopir mobil box.

“Ya, kenapa jadi enggak konsisten, kalau ditutup ya tutup semua tapi kalau mau dibuka ya buka saja, jangan bikin kita bingung, ada pengumuman ditutup tapi banyak kendaraan yang masih bisa melintas,” celoteh Ruslan.

Dia menambahkan, ketidak jelasan terkait tak hanya membuat para pengendara bingung namun juga bisa memicu terjadinya bahaya bagi para pengendara, sebab di titik lokasi tempat pekerjaan pemasangan konstruksi jalan terdapat tumpukan beton turap berukuran besar yang jika tergeser akan sangat membahayakan pengguna jalan khususnya pengendara sepeda motor.

Pantauan Jurnal Depok dalam beberapa hari terakhir melihat tidak ada aktivitas pekerjaan di titik lokasi proyek konstruksi jalan yang ada hanya tumpukan bahan bangunan di badan jalan.

Saat dikonfirmasi Jurnal Depok terkait hal ini, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo Ramdani mengatakan sangat menyesalkan sikap enggak jelas dari kontraktor pelaksana proyek pembangunan konstruksi jalan raya Grogol.

“Atas permintaan dari Dinas PUPR, kami di Kelurahan sudah melakukan sosialisasi terkait penutupan akses jalan raya Grogol selama 40 hari mulai dari tanggal 5 Agustus sampai tanggal 13 September tapi dilapangan ternyata malah enggak jelas,” tukas Ramdani.

Dikatakannya banyak hal yang akan dipertanyakan kepada kontraktor pelaksana termasuk soal penutupan jalan yang tidak konsisten, namun lanjut nya sampai saat ini pihaknya belum ketemu dengan pihak pelaksana proyek.

“Dilokasi kami melihat tidak ada aktivitas pekerjaan bahkan alat berat yang tadinya dipakai untuk mengangkat beton turap sudah tidak ada dilokasi sementara tumpukan beton turap masih banyak berserakan di atas bidang jalan, kami berharap dinas terkait untuk mengingatkan kontraktor pelaksana agar segera melanjutkan pekerjaan dan memberlakukan penutupan secara permanen sehingga tidak memicu kebingungan pengguna jalan,” pinta Ramdani. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here