
Margonda | jurnaldepok.id
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Edi Masturo mendukung rencana pembangunan jalan layang atau fly over Jalan Margonda, Kecamatan Beji. Politikus Partai Gerindra itu menuturkan, pembangunan flyover tersebut harus menjadi prioritas pembangunan.
“Kami Fraksi Gerindra sangat mendukung langkah tersebut, karena memang setiap pembahasan rencana kebijakan maupun rencana anggaran selalu kita sampaikan bahwa solusi kemacetan harus menjadi prioritas. Apakah membuat flyover, underpass atau pelebaran jalan,” katanya, Rabu (23/7/2025).
Dia mengapresiasi langkah Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Depok berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dia berharap flyover yang rencana dibangun tahun 2026.

“Dengan adanya langkah-langkah Kepala Dinas PUPR Bu Citra, Kementerian PU ini sangat saya apresiasi, manuver-manuver untuk berkomunikasi dan berkomunikasi dengan pusat. Mudah-mudahan sinergitas pemerintah kota, provinsi dan pusat ini bisa berjalan baik, saling respons, untuk kepentingan masyarakat Kota Depok,” tuturnya.
Lebih lanjut Edi menuturkan, ini adalah bagian dari janji kampanye Supian Suri untuk mengatasi kemacetan di Depok.
“Ini bagian dari janji kampanye Wali Kota Supian Suri yang diusung Partai Gerindra,” ujarnya.
Dukungan serupa juga diberikan oleh anggota DPRD Depok Fraksi PKB, Babai Suhaimi. Dia meyakini nantinya flyover itu akan mengurai kemacetan di Jalan Margonda Raya dan Juanda.
“Dalam perencanaan pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Pak Wali Kota Pak Supian Suri dan Pak Wakil Wali Kota Pak Chandra di era kepemimpinan beliau, beliau sudah merencanakan pembangunan flyover, khususnya flyover Juanda-Margonda, yang di mana nanti flyover itu tentu mampu sedikit banyak mengurangi kemacetan di Jalan Margonda,” katanya.
Babai mengapresiasi komunikasi Pemkot Depok dengan Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurutnya, pemerintah pusat telah meninjau lokasi pembangunan flyover di Margonda.
“Nah, target ini akan dilaksanakan 2026-2027, sudah terjadi komunikasi yang baik, lobi yang baik yang dilakukan oleh Pak Wali Kota dengan Kementerian PUPR dan sudah ada tinjauan lokasi di Jalan Juanda dan Margonda, yang hadir dari Kementerian PUPR dan pihak pemerintah Kota Depok, baik Pak Wali maupun Kepala Dinas PUPR,” tuturnya.
Babai menyebut, upaya lainnya untuk mengatasi kemacetan adalah pembangunan underpass di Stasiun Citayam. Menurutnya, program itu sudah direncanakan oleh Pemprov Jawa Barat dan Pemkot Depok. Dia juga berharap pelebaran jalan di Sawangan bisa segera terlaksana untuk mengatasi macet.
“Jika underpass Stasiun Citayam dan flyover Margonda dibangun clear 2026, maka proyek besar yang akan dilakukan,” katanya.
Kepala Dinas PUPR Depok, Citra Indah Yulianti mengatakan, untuk pendanaan proyek ini tidak hanya berasal dari kas daerah. Pendaaan melibatkan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan mitra internasional.
“Saat ini telah menyelesaikan tahap akhir studi kelayakan, termasuk survei lapangan dan koordinasi dengan pemerintah pusat guna memperoleh izin resmi,” katanya. n Aji Hendro








