Cetak Generasi Emas, IPPRISIA Bekali Siswa Baru Pendidikan Karakter

84
Ikatan Pengembang Kepribadian Seluruh Indonesia (IPPRISIA) Depok foto bersama dengan ratusan siswa.

Margonda | jurnaldepok.id
Ikatan Pengembang Kepribadian Seluruh Indonesia (IPPRISIA) Depok memberikan pembekalan pendidikan karakter kepada ribuan siswa di 11 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Kota Depok. Ini sebagai bekal para siswa untuk menjalani pendidikan.

Ketua IPPRISIA Kota Depok, Lita N. Sutarwo mengatakan, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025 di Kota Depok menghadirkan gebrakan baru dalam dunia pendidikan. Selama lima hari, dari tanggal 14-18 Juli 2025, lebih dari 3.000 siswa dari 11 SMPN di Kota Depok mendapatkan pembekalan karakter melalui program edukasi inspiratif.

“Mari kita berkontribusi dalam aksi baik demi anak-anak, calon pelopor Generasi Emas 2045. Kita bekali mereka dengan pendidikan karakter, penguatan budi pekerti, etika pergaulan, dan rasa percaya diri. Saya optimis, dengan kemampuan tim, kita bisa menanamkan kebiasaan baik yang akan dibawa siswa di sekolah maupun di lingkungan mereka,” katanya, Selasa (22/7/2025).

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara IPPRISIA dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok. Kegiatan ini sudah dua kali digelar selama MPLS.

“Sinergi bersama membangun karakter kuat generasi emas, menjadi tanggung jawab semua pihak,” ujarnya.

Sejumlah narasumber yang berkompeten dihadirkan dalam kegiatan ini. Para pelatih sudah memiliki sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Mereka bukan sekadar instruktur, tetapi juga arsitek karakter yang dibekali pelatihan lanjutan di bidang pengembangan kepribadian,” tukasnya.

Sementara itu, Humas IPPRISIA Kota Depok, Tri Mulyana mengatakan, para trainer menyampaikan materi secara interaktif selama satu jam di setiap sekolah.

Mereka mengajak siswa memahami pentingnya sopan santun. Dalam hal ini, siswa diingatkan bahwa sopan santun tidak hanya sebagai tata krama, tetapi sebagai pondasi dalam menjalin hubungan sosial yang sehat dan saling menghormati.

“Anak-anak ini ibarat biji yang siap tumbuh. Kita hanya perlu menyiapkan tanah yang subur berupa bimbingan dan cinta kasih,” katanya.

Materi yang disampaikan mencakup simulasi etika dalam komunikasi digital, permainan peran menghadapi tekanan lingkungan, hingga strategi membangun rasa percaya diri. Semua dikemas secara menyenangkan dan mudah dicerna oleh para siswa.

Program ini hadir sebagai respons atas kekhawatiran orang tua dan pendidik terhadap menurunnya interaksi sosial di era digital. Di tengah gempuran informasi dan gawai, kegiatan ini menjadi oasis yang menyegarkan nilai-nilai moral dan etika di kalangan pelajar.

Sebanyak 11 SMPN yang ikut dalam kegiatan ini antara lain SMPN 2, SMPN 5, SMPN 8, SMPN 11, SMPN 14, SMPN 17, SMPN 20, SMPN 23, SMPN 26, SMPN 29, dan SMPN 32. Kegiatan berlangsung dengan dukungan penuh dari kepala sekolah, guru BK, dan seluruh staf pendidikan yang turut mendampingi siswa selama pelaksanaan.

“Melalui kolaborasi yang kuat antara IPPRISIA dan sekolah-sekolah. Kegiatan MPLS 2025 ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum pembentukan karakter generasi muda yang lebih berdaya, santun, dan percaya diri,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Siti Chaerijah mengatakan, sinergi ini sangat diperlukan untuk pengembangan anak didik. Sehingga mereka memiliki bekal cukup ketika memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Semoga kegiatan pendidikan karakter bersama IPPRISIA berjalan dengan baik, lancar dan sukses. Sinergi pembekalan karakter dapat menyemangati siswa siswi yang akan memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi di masa SMP,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here