
Limo | jurnaldepok.id
Lebih dari 30 remaja usia 16 hingga 24 tahun diwilayah Kelurahan Limo, Kecamatan Limo mengikuti kegiatan pembinaan yang digelar oleh Seksie Kemasyarakatan Kelurahan Limo melalui program penyelenggaraan Kelurahan Layak Anak Kelas Remaja tahun anggaran 2025.
Kasie Kemasyarakatan dan Pelayanan Kantor Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Siti Bairiyah mengatakan, dalam penyelenggaraan Kelurahan Layak Anak kelas Remaja, para remaja mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan di kesehatan, bahaya narkoba dan pelatihan potografi dan terkait pernikahan dini.
“Kami bekerjasama dengan sejumlah instansi salam melaksanakan kegiatan pembinaan remaja pada penyelenggaraan program Kelurahan Layak Anak Kelas Remaja, diantaranya dengan Puskesmas, KUA, Kominfo dan Badan Narkotika Nasional (BNN) kami berharap kegiatan yang kami gelar selama dua hari ini akan memberi manfaat bagi remaja peserta pembinaan,” ujar Ria sapaan akrab Siti Bairiyah.

Dikatakannya jumlah peserta pembinaan direkrut dari unsur Karang Taruna, Pik – R dan Forum Anak sementara tujuan dari penyelenggaraan kegiatan selain menyiapkan remaja yang sehat dan terhindar dari anemia yang dapat mengakibatkan Stunting pada keturunannya nanti, juga menambah hasanah pengetahuan remaja terkait beberapa hal seperti bahaya narkoba, etika pergaulan, serta meningkatkan kemampuan dan bakat para remaja dalam bidang potografi.
“Intinya kegiatan ini bertujuan melakukan pembinaan kepada yang notabene merupakan generasi penerus bangsa yang harus sehat dan memiliki kemampuan sumber daya yang mumpuni,” tegas Siti Bairiyah.
Pelaksanaan kegiatan pembinaan remaja melalui penyelenggaraan program Kelurahan Layak Anak Kelas Remaja disambut baik oleh Lurah Limo, Kecamatan Limo, Fajar Mei Hendri seraya berharap kegiatan yang diinisiasi oleh Seksie Kemas – Pel Kantor Kelurahan Limo dapat menuai manfaat bagi para remaja.
Kami sangat mengapresiasi kegiatan pembinaan remaja melalui program Kelurahan layak anak kelas Remaja, ini kegiatan positif, mudah mudahan banyak manfaatnya untuk remaja kita,” tutup Fajar. n Asti Ediawan








