Tragis! 10 Tahun SMP Negeri 21 Masih Numpang dan Selalu jadi Langganan Banjir

862
Terlihat aktivitas siswa SMPN 21 yang kini sekolahnya jadi langganan banjir.

Limo | jurnaldepok.id
Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, pepatah ini mungkin sangat pas disandang oleh keluarga besar SMPN 21 Depok setelah sebelumnya lebih dari 10 tahun harus menumpang di sejumlah sekolah lain untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kini para guru dan siswa harus rela menempati Eks Gedung SMPN 13 di wilayah RW 01, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, yang notabene menjadi langganan banjir setiap turun hujan.

Saat dikonfirmasi terkait banjir di areal gedung sekolah, Wakil Kepala Bidang Sarana Prasarana (Sarpras) SMPN 21, Adi Suhandi mengaku bersyukur lantaran sejak menempati Eks Gedung SMPN 13 pada Januari silam, belum ada peristiwa banjir yang signifikan terjadi sehingga tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar.

“Alhamdulillah sejak kami menempati Eks Gedung SMPN 13, baru sekali terjadi banjir cukup besar yakni pada bulan Puasa silam dan saat itu sekolah sedang libur, kami bersyukur karena setalah itu belum ada peristiwa banjir yang besar dan kalaupun ada cuma genangan kecil yang terus kami benahi dengan memperbaiki gorong gorong air yang melintas di areal bangunan sekolah,” papar Adi Suhandi.

Ungkapan rasa syukur juga disampaikan oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPN 21 Depok, Astri Muharohmah.

“Waktu itu pada awal kami menempati Gedung sekolah ini memang pernah ada banjir cukup besar tapi untungnya sekolah lagi libur sehingga banjir tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dan setelah itu tidak ada lagi banjir luapan air dari kali dan yang ada hanya sedikit genangan pasca hujan dan tidak sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar,” ungkap Astri.

Asri mengaku tetap bersyukur dan nyaman meskipun pihaknya saat ini menempati bangunan eks Gedung SMPN 13.

“Saya rasa cukup nyaman, ruangannya banyak dan tidak ada banjir besar yang menggangu kegiatan belajar mengajar, intinya kami tetap bersyukur dapat menempati gedung eks SMPN 13,” ujar Astri Muharohmah.

Saat ditanya apakah pihaknya tidak menginginkan Gedung Sekolah baru yang tentunya memiliki fasilitas lebih representatif dan bebas banjir, Astri mengatakan tentu pihaknya sangat menginginkan mendapatkan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar yang lebih baik namun lanjutnya dalam hal ini pihaknya tidak memiliki kapasitas terkait hal tersebut.

“Kami syukuri aja yang ada, kalau memang nanti Pemerintah memberikan yang lebih bagus lagi, itu tentu suprise buat kami,” paparnya.

Meskipun para praktisi pendidikan SMPN 21 mengaku cukup nyaman menempati Eks Gedung SMPN 13, namun hal itu diharapkan tidak membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terlena.

Sebab lahan yang kini ditempati SMPN 21 merupakan lahan yang sudah dibebaskan oleh investor Tol Desari dan lahan tersebut sudah diploting sebagai areal terbuka hijau dan dikembalikan fungsinya sebagai Situ atau daerah resapan air guna mengurangi potensi banjir di wilayah RW 01 Kelurahan Krukut. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here