Loyal Kepada Pimpinan dan Pekerjaan, Pejuang Kebersihan Kota Depok Tutup Usia

1750
Terlihat istri almarhum Adiwijaya, (kiri) dan beberapa pelayat saat mengajikan almarhum.

Bojongsari | jurnaldepok.id
Innalillahi Wainna Ilaihiroji’un…Keluarga besar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok dirundung duka atas meninggalnya Korcam Kebersihan Kecamatan Bojongsari, Adi Wijaya setelah enam bulan menderita sakit pasca tertimpa musibah kecelakaan pada Januari silam.

Adi Wijaya menghembuskan nafas terakhir pada, Jumat sekitar pukul 5.00 WIB dikediamannya di RT 01/03, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari.

Kepergian Adi Wijaya dalam usia 48 tahun tak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat, namun juga membuat teman sejawat merasa kehilangan.

Pasalnya, semasa hidupnya ayah tiga orang anak ini dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul, peduli dengan teman dan memiliki loyalitas tinggi terhadap pekerjaan.

Kepada Jurnal Depok, Wali Kota Depok, H. Supian Suri menyampaikan duka yang mendalam kepada pihak keluarga.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Depok kami menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Bang Adi Wijaya. Semoga Allah SWT menerima amal baiknya dan ditempatkan di raudah minriyadil Jannah,” ujar Supian saat melayat ke kediaman almarhun di kawasan Duren Seribu, Bojongsari.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Rahman.

“Ya, kami keluarga besar DLHK sangat kehilangan sosok almarhum yang begitu loyal baik terhadap pekerjaan maupun pimpinan. Selamat jalan Kawan, Insya Allah husnul khotimah,” tandasnya.

Sementara itu Udara Kodratulloh. Kabid Kebersihan dan Kemitraan DLHK Kota Depok mengaku, meski belum lama bertugas di DLHK, namun Uut sapaan akrab Udara Kodratulloh mengatakan telah banyak mendengar rekam jejak perjuangan Adi Wijaya dalam melaksanakan pekerjaan sebagai petugas kebersihan.

“Kami banyak mendapat cerita dari teman-teman di DLHK tentang sosok Adi Wijaya dan dari cerita itu kami bisa menyimpulkan bahwa beliau merupakan sosok pejuang kebersihan yang telah lebih dari 20 tahun mengabdikan diri sebagai petugas kebersihan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, almarhum mengawali pengabdian sebagai petugas kebersihan mulai dari bawah, seperti tukang sapu, kenek truk sampah dan sekarang berada di top karier sebagai Korcam Kebersihan Kecamatan Bojongsari.

Dikatakannya, meskipun Adi masih berstatus non ASN, namun nama Adi sudah masuk dalam registrasi kepegawaian Setda Kota Depok, sehingga layak mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

“Alhamdulillah Pak Wali Kota sudah menjenguk Bang Adi saat menjalani perawatan. Pak Wali juga secara pribadi membelikan tempat tidur khusus untuk almarhum karena kondisinya tidak memungkinkan untuk ditempatkan ditempat tidur biasa. Ini bentuk perhatian luar biasa dari Pak Wali,” katanya.

Rasa duka juga datang dari Korcam Kebersihan Kecamatan Sawangan, Wahyu Rahmadani. Ia mengaku sangat kehilangan sosok almarhum yang menurutnya memiliki integritas tinggi dalam melaksanakan tugas dan sangat peduli terhadap teman.

“Dia orang baik, sangat peduli dengan teman dan punya komitmen kuat dalam melaksanakan tugas pekerjaan, kami sangat kehilangan atas meninggalnya beliau,” jelas Wahyu yang dibenarkan oleh Pading selaku Korcam Kebersihan Kecamatan Limo.

Terpisah, Lurah baru Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Ahmad Sabani mengaku sangat dekat dan akrab dengan sosok suami dari Maria Yuliani. Bahkan, lanjutnya, semasa sehatnya Adi hampir setiap hari menemui dirinya.

“Kami sangat dekat, buat kami dia adalah saudara dan teman seperjuangan, sehari sebelum meninggal dia masih telepon saya dan minta ketemu saya, dan saya datang untuk menemani dia. Enggak tahu kalau itu pertemuan terakhir saya dengan Bang Adi. Mohon doa untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan,” tutup Ahmad Sabani dengan mata berkaca kaca. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here