
Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, H. Supian Suri mengatakan, jelang HUT ke 26 Kota Depok yang diperingati setiap tanggal 27 April, kondisi Kota Depok harus cerah dengan mempercantik lingkungan masing-masing.
Supian menekankan pentingnya semangat baru untuk menyambut HUT ke-26 Kota Depok dan perayaan Lebaran Depok yang akan digelar pada Mei mendatang.
“Ini sudah bulan April, artinya ulang tahun Kota Depok sudah di depan mata. Saya berharap semangat HUT ke-26 ini kita tunjukkan lewat upaya nyata menata kota kita,” ujarnya, kemarin.
Untuk itu, Supian menginstruksikan kepada jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), camat, dan lurah segera menertibkan baliho dan spanduk yang kondisinya sudah kusam dan tidak layak. Dimana spanduk dan baliho tersebut masih terpasang di jalan-jalan utama dan depan kantor kelurahan.
“Idul Fitri sudah selesai, jadi tidak ada lagi ucapan Lebaran di pinggir jalan. Bersihkan semua spanduk dan baliho yang sudah lewat momennya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya mempercantik trotoar di sepanjang Jalan Margonda, sebagai wajah kota yang akan dilihat banyak orang menjelang peringatan ulang tahun Kota Depok.
“Kalau memang belum ada anggaran, tolong cek di Dishub atau DLHK. Kami ingin trotoar dicat rapi, kota ini harus tampak cerah menyambut hari jadinya,” ucapnya.
Dia berencana perayan HUT Kota Depok ke 26 nanti akan bersamaan dengan Lebaran Depok yang hajatnya digelar pada Mei 2025.
Supian juga mengingatkan agar perayaan Lebaran Depok yang akan digelar pada Mei nanti menjadi momentum kebersamaan seluruh warga Kota Depok dari berbagai latar belakang.
“Lebaran Depok jangan hanya jadi milik budaya Betawi. Kami ingin teman-teman dari Sumatra, Maluku, Papua, Bali, semuanya bisa ambil bagian. Hadirkan seni, budaya, dan kulinernya. Ini lebaran untuk seluruh warga Depok,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Depok adalah rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai suku dan agama. Karena itu, ia ingin panitia HUT Kota Depok dan Lebaran Depok bisa bersinergi, dan memastikan kegiatan-kegiatan tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
“Bukan hanya kegiatan seru-seruan ASN. Tapi bagaimana masyarakat bisa merasa bahwa pemerintah hadir lewat kegiatan yang dibuat,” pungkasnya. n Aji Hendro








