TPS Liar Gencar Ditutup, Wali Kota Depok Genjot Program Budidaya Maggot

159
Wali Kota Depok, H. Supian Suri saat meninjau budidya maggot.

Laporan: Aji Hendro
Pemerintah Kota Depok saat ini tengah melakukan budidaya pengolahan sampah dengan metode Maggot.

Metode tersebut sebagai upaya mengurangi volume sampah dan sekaligus rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cipayung.

Wali Kota Depok, H. Supian Suri mengatakan, pihaknya tengah berupaya keras agar wilayah penyangga Jakarta ini menjadi kawasan nyaman. Salah satunya adalah fokus pada kebersihan. Karena itu, ia menargetkan untuk bisa mengolah sampah dengan baik dan benar.

“Makanya tadi langkah pertama kita menutup titik-titik TPS yang selama ini membuat ketidaknyamanan, seperti TPS liar. Makanya upaya yang kita lakukan hari ini, saya bersama Bu Wakil DPRD, Pak Dandim mengecek sejauh mana kesiapan kita dalam pengelolaan sampah,” katanya saat menanam pohon di lokasi bekas TPS liar di Jalan Raya Bogor, Kecamatan Cimanggis, dan budidaya Maggot di Sukmajaya.

Ia mengatakan, di lokasi UPS Merdeka akan memproduksi telur-telur dari maggot lalu didistribusikan ke 63 kelurahan melalui masing-masing RW untuk mengelola sampah melalui maggot.

“Tujuannya membagi tanggungjawab untuk mengontrol pengelolaan sampah di 11 kecamatan. Tiga UPS maggot itu tersebar di wilayah timur, tengah dan barat. Di sana disebutnya wilayah barat itu UPS Anggrek, yang tengah ini Merdeka, yang timur itu Cilangkap. Cilangkap itu untuk Tapos dan Cimanggis,” ujarnya.

Sedangkan UPS tengah ini, lanjutnya, untuk Sukmajaya, Cilodong, kemudian Beji, Pancoran Mas, Cipayung. Sementara UPS Anggrek meliputi Bojongsari, Sawangan, Cinere dan Limo.

“Nanti sentra-sentra itu yang akan memonitor pengelolaan sampah di masing-masing kelurahan, termasuk kebutuhan akan telur-telur maggot yang akan dikelola di masing-masing sentra,” paparnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Depok juga merencanakan menambah satu sentra lagi di wilayah Tanah Merah, Cipayung,

“Insya Allah ini juga akan menambah jumlah penyerapan sampah organic,” jelasnya.

Untuk satu tempat UPS maggot, sambungnya, bisa menyerap sebanyak tiga ton sampah organik. Program itu saat ini beberapa di antaranya telah berjalan.

“Kalau kita punya 10, berarti sudah 30 ton sampah organik. Ya kalau kita punya 100 berarti sudah 300 ton, kita akan melangkah sampai kepada tahapan,” katanya.

Menurut Supian, percepatan dalam upaya mengelola sampah perlu dilakukan mengingat TPA Cipayung akan segera ditutup. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here