

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Mantan Wali Kota-Wakil Wali Kota Depok dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai dari Nur Mahmudi Isma’il, Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono tidak menghadiri momen sakral yakni Rapat Paripurna Istimewa DPRD Depok dalam rangka HUT ke 26 Kota Depok yang digelar, Jumat (25/04/25).
Anggota DPRD Depok Fraksi PKB, Babai Suhaimi menilai, ketidak hadiran mantan wali-wakil wali kota bagaikan tidak mempunyai sifat negarawan. Pihaknya juga mengklaim sudah memberikan undangan resmi agar mereka hadir dalam rapat paripurna itu.
“Kami sudah melayangkan undangan. Tidak ada alasan dari mereka. Kami sendiri tidak mengetahui alasannya apa. Nah, kalo alasannya tepat, barangkali kita memaklumi. Mudah-mudahan ada umur panjang, kita akan undang kembali dalam rapat paripurna dan mereka akan hadir,” ujarnya, kemarin.
Dia menambahkan, sebagai mantan orang nomor satu dan dua di Kota Depok, harusnya mereka dapat hadir dalam rapat paripurna DPRD Depok dalam rangka memperingati hari jadi ke 26 Kota Depok.
“Hari ini adalah suatu kesempatan untuk sama-sama kita berkumpul bukan lagi mengenang kalah atau menang, atau mengingat persoalan politiknya. Tapi kita bersama mengenang bagaimana lahirnya Kota Depok, yang mana kita diberikan kesempatan menjadi dewan, menjadi wali kota dan wakil walikota,” paparnya.
Sementara itu Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna saat memimpin paripurna turut menyebutkan nama-nama mantan wali-wakil wali kota Depok dan para anggota dewan provinsi serta Forkopimda.
Meski sempat lupa menyebut nama Ketua Tim PKK Depok, Siti Barkah Hasanah atau Cing Ikah, namun dirinya langsung menyebutnya.
“Oh iya Istri Pak Wali Kota Cing Ikah, lupa disebut,” ucapnya.
Ade menambahkan, semestinya Nur Mahmudi Ismail dan Mohammad Idris datang ke sidang paripurna HUT ke 26 Kota Depok.
“Ya kalau diundang ya seharusnya hadir,” ungkapnya. n Aji Hendro








