Melalui Jabar Bergerak, Cing Ikah Bantu Korban Banjir di Pangkalan Jati Baru

110
Cing Ikah foto bersama usai memberikan bantuan kepada korban banjir di PJB.

Cinere | jurnaldepok.id
Ketua Jabar Bergerak Kota Depok, Siti Barkah didampingi oleh Camat Cinere, H. Mursalim dan Lurah Pangakalan Jati Baru (PJB), Ayu Dwi Pratiwi, Selasa (04/03/25) menyempatkan waktu mengunjungi korban Banjir di wilayah Kelurahan Pangkalan Jati Baru (PJB), Kecamatan Cinere.

Dalam kunjungan itu, Cing Ikah sapaan akrab Siti Barkah menyalurkan sejumlah bantuan kepada puluhan keluarga korban banjir di wilayah RW 01 dan RW 02, Kelurahan Pangkalan Jati Baru (PJB).

“Sesuai instruksi dari Ketua Umum Jabar Bergerak ibu Atalia Prayatya kita hari ini melakukan kunjungan kelokasi yang terkena banjir selain memberikan bantuan berupa sejumlah peralatan rumah tangga, kami juga memberikan motivasi kepada para korban banjir, semoga kepedulian dari Jabar bergerak bisa bermanfaat bagi warga terdampak banjir,” ujar Cing Ikah.

Lebih lanjut, Cing Ikah mengapresiasi peran serta sejumlah instansi pemerintah di wilayah Kecamatan Cinere yang telah mensupport kegiatan saba korban banjir di wilayah Kelurahan Pangkalan Jati Baru (PJB).

“Kami mengapresiasi peran serta dari para aparatur di sejumlah instansi, seperti Kantor Kecamatan, Kelurahan, Puskesmas dan TKSK Kecamatan Cinere yang ikut hadir dan mendukung kegiatan kunjungan ke base camp pengungsi korban banjir di wilayah Kelurahan PJB,” paparnya.

Sementara Camat Cinere, H. Mursalim mengapresiasi kesigapan pengurus lingkungan RW 01 dan RW 02 Kelurahan PJB dalam menanggulangi korban banjir.

“Jumlah nya cukup banyak ya, di RW 01 ada sekitar 40 kelurga dan di RW 02 ada sekitar 35 keluarga yang harus mengungsi lantaran rumahnya terendam banjir, kami sangat menghargai kesigapan pengurus lingkungan menanggulangi warga yang terkenal banjir,” tutur H. Mursalim.

Terpisah Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Pangkalan Jati Baru (PJB) Kiky Maruloh mengatakan jumlah keluarga korban banjir tahun ini relatif lebih banyak jika dibanding pada peristiwa banjir tahun tahun 2020 silam.

“Ini siklus lima tahunan dan secara kualitas bencana alam lima tahun lalu lebih besar dari sekarang dimana pada saat itu terjadi longsor yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia, namun secara kuantitas jumlah bencana banjir saat itu lebih sedikit dari korban banjir sekarang, ini perlu dipikiran terakit upaya mencegah dan mengatasi banjir diwilayah RW 01 dan RW 02,” pungkas Kiky. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here