
Sukmajaya | jurnaldepok.id
Siswa SD Mekarjaya 29 untuk sementara waktu belajar daring pasca atap ruang kelas ambruk pada, Sabtu (12/01/25) malam.
Kepala SDN Mekarjaya 29 Kota Depok, Rika Kartini kepada wartawan mengatakan, pihak sekolah kini memutuskan menggelar kegiatan belajar mengajar secara daring untuk lima ruang kelas yang masih tersisa.
“Ruang kelas yang ambruk parah itu hanya satu, cuma kita khawatir terdampak ke ruangan yang lain. Makanya ruangan yang lainnya juga dikosongkan dulu untuk sementara waktu,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, ada lima ruang kelas yang dikosongkan. Lima ruang kelas itu terdiri dari kelas I sampai IV. Para siswa kemudian diminta untuk belajar di rumah sementara waktu.
Dia menambahkan, ada lima ruangan kelas yang berderet satu rangkaian.
“Untuk hari ini (kemarin,red) khusus di hari Senin, siswa kelas I, II, III, dan IV itu belajar dari rumah. Kemudian, kelas V, VI tetap masuk seperti biasa karena ada ruangan yang menurut kami itu aman, tidak berdekatan dengan ruangan yang ambruk,” jelasnya.
Kemudian, lanjutnya, mulai besok pihaknya sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan Depok.
“Ada sekolah di sini, ada dua sekolah terdekat, Mekarjaya 28 dan Mekarjaya 3,” paparnya.
Rika menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan SDN Mekarjaya 3 untuk memanfaatkan tiga ruang kelas sebagai tempat pembelajaran sementara SDN Mekarjaya.
“Kami sudah koordinasi dengan Mekarjaya 3 dan di SD Mekarjaya 3 ada tiga ruang kosong dan beliau mempersilahkan untuk menjadikan tempat KBM,”katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah saat dikonfirmasi wartawan terkait penanganan ruang kelas SD Mekarjaya 29 yang ambruk melalui komunikasi WhatsApp tidak memberikan jawaban. n Aji Hendro








