Aduh…Janji Wali Kota Depok untuk Bangun SMPN 21 Gatot, Warga Gandul Kecewa

3769
Pihak terkait saat meninjau lahan untuk pembangunan SMPN 21.

Cinere | jurnaldepok.id
Janji Wali Kota Depok, Mohammad Idris untuk merealisasikan pembangunan Gedung SMPN 21 pada tahun 2025 dipastikan gagal setelah jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan Anggota DPRD tak mampu melobi warga Perumahan Blok A RW 06, Kelurahan Cinere, terkait rencana pembangunan jembatan sebagai satu-satunya akses jalan menuju lokasi sekolah.

Sebelumnya Wali Kota Depok, Mohammad Idris memastikan akan membangun jembatan akses menuju lokasi lahan untuk gedung pada tahun 2024 dan dilanjutkan dengan pembangunan Gedung SMPN 21 pada tahun 2025 dengan mengoptimalkan lahan hibah dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI seluas 8.000 meter persegi.

Namun rencana pembangunan gagal total hanya lantaran tidak mendapatkan akses jalan menuju lokasi sekolah.

Gagalnya pembangunan gedung SMPN 21 tak pelak menuai kekecewaan masyarakat khususnya warga Kelurahan Gandul yang sangat mengharapkan pembangunan gedung SMPN 21 dapat terealisasi.

Ketua RT 30/02, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, Hasbih mengaku sangat kecewa setalah mendapat kabar pembangunan gedung SMPN 21 tidak jadi dilaksanakan pada tahun 2025. Pasalnya, kata dia, selama ini sebagian besar lulusan SD di wilayah Kelurahan Gandul khususnya yang berdomisili di wilayah Gandul Utara tidak mendapat jatah bersekolah di SMP negeri lantaran jarak antara rumah calon siswa tidak masuk dalam jangkauan zonasi yang ditetapkan dalam penerimaan siswa baru.

“Jelas kami kecewa karena sebelumnya kami mendapat informasi bahwa tahun ini gedung SMPN 21 akan dibangun, dan informasi itu sudah banyak dipublikasikan oleh berbagai media baik media cetak maupun media elektronik, tapi belakangan kami kaget saat mendengar kabar pembangunan gagal dilaksanakan karena tidak ada akses jalan menuju lokasi, kok bisa seperti ini,” ujar Oby sapaan akrab Hasbih kepada Jurnal Depok, Senin (13/01/25).

Ungkapan rasa kecewa juga disampaikan oleh mantan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, Madelih.

Dikatakannya, berita terkait rencana pembangunan gedung SMPN 21 sudah sangat santet ditelinga masyarakat dan pada umumnya warga di tiga Kelurahan yakni warga Kelurahan Gandul, Kelurahan Pangkalan Jati dan Kelurahan Pangkalan Jati Baru (PJB) sangat mendambakan pengadaan gedung sekolah tersebut.

“SMPN 21 itu sudah ada sejak tahun 2014 artinya sekolah itu sudah sembilan kali meluluskan siswanya tapi kok sampai sekarang belum memiliki gedung sekolah sendiri dan masih menumpang di SMPN 17, ini patut menjadi perhatian serius semua kalangan terutama jajaran pemerintahan,” tegas Madelih.

Dikatakannya, jika kendalanya hanya masalah akses jalan masuk menuju lokasi sekolah, harusnya hal itu dapat dicarikan solusinya tanpa harus membatalkan pembangunan gedung sekolah yang sudah sangat dinantikan oleh warga.

“Kami mendapat kabar kalau masalahnya soal akses jalan masuk kelokasi untuk kendaraan pengangkut material bangunan, dan sudah ada alternatif melalui kawasan perumahan Blok A Cinere namun mendapat penolakan dari warga perumahan, harusnya ada upaya lain jangan membatalkan pembangunan yang sudah dianggarkan,” sesal Madelih. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here