Waduh…Sandi Bongkar Gaji Pegawai Honorer Damkar, Ternyata Segini Nilainya

257
Petugas Damkar saat melakukan aksi penyelamatan.

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Gaji pegawai honorer di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok ternyata masih dibawah rata-rata Upah Minimum Kota (UMK) Depok.

Praktisi Hukum, Deolipa Yumara mengatakan, nasib pegawai honorer Damkar Depok juga mengenaskan. Dengan beban kerja yang dimiliki, mereka digaji di bawah UMK.

“Karena dari sekitar 200 personel Damkar Kota Depok, itu ada sekitar 160 yang honorer dengan gaji dan pendapatan yaitu cuman Rp 3,2 juta, sementara UMP Kota Depok senilai Rp 4,9 juta. Jadi selisihnya jauh antara UMP Kota Depok dengan pendapatan dari tenaga honorer ini,” ujarnya.

Dia mengatakan, gaji yang diterima pegawai honorer Damkar Kota Depok dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan hidup dan masih berada dibawah UMK.

Deolipa berjanji akan membantu Sandi untuk memperjuangkan hak-hak yang layak bagi para pegawai honorer Damkar Depok.

Sementara itu, petugas Pemadam Kebakaran Depok, Sandi Butar Butar menceritakan nasibnya sebagai pegawai honorer yang sudah kerja 10 tahun.

Meski telah mengabdi selama bertahun-tahun, pegawai honorer hanya digaji Rp 3,2 juta dibawah UMK Depok.

Akibat rendahnya upah yang diterima pegawai honorer Damkar, Sandi dan banyak rekan-rekannya terlilit pinjaman online (pinjol).

Mirisnya, dengan gaji dibawah UMR, pegawai Damkar sering menggunakan uang pribadi untuk operasional.

Sebelumnya, Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Sandi Butar Butar didampingi kuasa hukumnya, Deolipa Yumara melaporkan kasus dugaan korupsi di Dinas Damkar ke Kejari Depok

Deolipa mengatakan, laporan itu telah diterima jaksa melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejari Depok. Ia mengatakan, dugaan korupsi di lingkungan Damkar Depok cukup kuat.

“Karena ini kan banyak dari pengaduan, banyak peralatan-peralatan sudah rusak, sudah lama rusak, dan memang enggak pernah diperbaiki dan perawatannya juga kurang,” ujarnya.

Dalam laporan itu, lanjut Deolipa, pihaknya juga menyertakan sejumlah bukti dugaan korupsi tersebut.

“Ada banyak dokumen-dokumen, kemudian foto-foto, video-video soal gambaran-gambaran alat yang rusak,” paparnya.
Lebih lanjut Deolipa mengungkapkan, ada sebanyak 60 dokumen yang diserahkan pada Kejari Depok sebagai bukti dugaan korupsi.

“Kalau video banyak, sekitar 30-an video dan foto. Sementara anggarannya ada, tiap tahun ada, dan ini anggota Damkar Depok yang merasakannya. Kami yakin mereka akan bekerja untuk menelusuri laporan dari Sandi Butar Butar,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here