
Margonda | jurnaldepok.id
Aksi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Sandi Butar-Butar terus memanas. Kali ini Sandi mengkirtik atau nyiyir statemen Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono (IBH).
Dalam videonya yang beredar di media social, Sandi menyampaikan kritikannya kepada Wakil Wali Kota Depok.
Video yang diunggah oleh akun sejumlah Instagram memperlihatkan seorang petugas Damkar bernama Sandi yang memberikan pertanyaan perihal tanggapan Wakil Wali Kota Depok tentang kerusakan alat dan mobil Damkar.

“Pak saya mohon maaf, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Untuk Bapak Imam Budi wakil wali kota yang terhormat, Pak saya mohon maaf Pak Ya, saya mohon maaf, saya bukan bermaksud untuk membantah omongan Bapak kalau bentar-bentar diviralin ngomongin, Pak ini lembaga masyarakat dan uang dari masyarakat,” ujarnya dalam sebuah video.
Ia mengatakan, jika penting untuk mengungkapkan masalah tersebut ke publik karena mereka bekerja dengan uang rakyat. Bahkan, petugas Damkar itu menyinggung tentang sebuah undang-undang yaitu UU tentang Transparansi Anggaran No 17 Tahun 2003.
“Pak ini lembaga masyarakat uang dari masyarakat, ya. Pak apa gunanya undang-undang transparansi anggaran, Pak harus terbuka dong untuk masyarakat, uang, masyatakat Pak,”katanya.
Dalam pernyataannya di video itu, Sandi juga merasa kasihan dengan Imam Budi yang akan mengalami penurunan elektabilitas jika tidak melakukan evaluasi dan justru menyalahkan petugas Damkar karena telah memviralkan kerusakan alat.
“Terus juga istilah kata, Pak jangan dengerin orang yang bisikin Bapak. Kasihan Pak, Bapak elektabilitasnya menurun pak jadinya. Yang bisikin Bapak jangan mau pak. Istilahnya Bapak di-seblokin,” paparnya.
Selain itu, petugas tersebut juga mengatakan agar Wakil Wali Kota Depok harus berhati-hati dengan marmut berkepala naga. Sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan orang kecil tapi tidak bisa dianggap sepele.
“Itu mah Marmut kepala Naga. Istilah kata nih Marmut nih badan kecil kepalanya Naga bisa ngegigit sama bisa nyembur juga. Hati-hati sama orang yang Marmut kepala Naga. Mohon maaf Pak Imam, ini kan kita instansi pemerintah,” tukasnya.
Sandi juga meminta kepada Wakil Wali Kota untuk mengecek ke lapangan.
“Walaikumsalam, Mohon Maaf Pak,” ucapnya.
Sebelumnya Sandi juga mengeluarkan video tentang kerusakan alat Damkar.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat datang room tour di kantor Pemadam Kebakaran Kota Depok. Ya, silakan untuk warga masyarakat Kota Depok, saya mohon maaf sekali. Setiap ada telepon di UPT kami dan UPT-UPT lainnya mengenai pohon tumbang. Bukan kami tidak mau mengerjakan, tapi chainsaw kami rusak,” ungkap Sandi.
Sementara itu Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono berharap masalah internal di Damkar tidak disampaikan ke umum atau publik.
Dia menambahkan, persoalan internal itu juga semestinya diselesaikan lebih dulu di lingkup internal.
“Kami berharap kalau ada masalah, tidak usah dibawa ke luar karena ini kan memang lembaga, sebaiknya memang diselesaikan di dalam dulu. Sebuah etika lah ya,” tanggap Imam.
Imam mencontohkan, apabila berbicara sesuatu yang jelek terkait internal sendiri. Apalagi, lanjut Imam, petugas Damkar sudah digaji oleh negara, khususnya Pemerintah Kota Depok.
“Sebaiknya sesuatu yang kurang di dalam, kita perbaiki bersama-sama. Jangan dibuat dikeluarin ya,” pungkasnya. n Aji Hendro








