
Pancoran Mas | jurnaldepok.id
AU, seorang siswi SD yang dikeroyok oleh siswi SMP di kebon kosong ternyata anak yatim yang tinggal bersama neneknya.
Ketua RT 06/RW 07 Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Kuswanto mengatakan, AU merupakan seorang anak yatim yang tinggal bersama neneknya. Kesehariannya, AU bersekolah dan membantu sang nenek berjualan lauk matang.
“Kami juga sedih karena AU itu anak yatim, kami sampai enggak tega juga dengan kejadian tersebut,” katanya.

Dalam mengenyam pendidikan di sekolah, AU harus menanti bantuan dari rumah yatim masjid di lingkungan tempat tinggalnya.
“Setiap hari kami lihat berangkat sekolah, kami kadang boncengin karena kebetulan enggak ada yang nganterin,” ujarnya.
Dia menuturkan, lahan yang diduga sebagai tempat kejadian perkara (TKP) itu merupakan lahan penghijauan milik BUMN.
Kakak sepupu korban AU, Sabrina kepada wartawan mengatakan, peristiwa ini bermula saat AU yang menjadi korban ingin menjadi adik-adikan terduga pelaku, namun syaratnya, korban harus duel terlebih dulu.
“Awalnya dia itu mau jadi adik-adikannya pelaku. Cuma kata pelaku harus duel dulu. Nah terus AU itu enggak mau,” jelasnya.
Saat korban main dengan temannya, tiba-tiba AU langsung dipukuli, tangannya ditarik kedua pelaku.
“Tiba-tiba AU lagi main ke situ sama temannya, terus ketemu pelaku. AU ditarik oleh kedua pelaku. Terus AU dikeroyok sama teman-temannya pelaku,” ujarnya.
Saat ini korban mengalami kondisi trauma. Korban menjadi pendiam dan tidak banyak omong. n Aji Hendro








