Tangis Keluarga Pecah Saat Prosesi Pemakaman Siswa dan Guru SMK Lingga Kencana

23
Salah satu keluarga korban nampak tak berdaya saat menyaksikan prosesi pemakaman siswa dan guru SMK Lingga Kencana.

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Keluarga, sanak saudara dan rekan korban dari enam siswa SMK Lingga Kencana berurai air mata dan histeris saat jenazah tiba di Taman Pemakaman Umat Islam (TPUI), Jalan Raya Meruyung, Pancoran Mas.

Keenam jenazah siswa yang dimakamkan di TPUI Parung Bingung antara lain almarhum Suprayogi, guru SMK Lingga Kencana; almarhum Intan Fauziah, Mahesya Putra, Intan Rahmawati, Rodiatul Alawiyah dan Dimas. Keenam siswa yang dimakamkan di pemakaman tersebut berdomisili di Kampung Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas.

Proses pemakaman dilakukan secara bergantian, dimulai dengan pemakaman sang guru yang diikuti oleh lima murid lainnya.

Tampak foto dengan bingkai itu dibawa salah satu kerabat korban dengan didampingi dua kerabat lainnya. Foto itu memperlihatkan saat salah satu korban Intan lulus dari SMK Lingga Kencana tak lama sebelum kejadian kecelakaan maut terjadi. Dalam foto tampak membawa sertifikat sekolah usai di wisuda.

M. Tarih warga Jalan RD Sukarma RT 02/03, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, yang merupakan salah satu orang tua siswa korban kecelakaan mengaku sudah memiliki firasat buruk sebelum kejadian.

Bahkan dirinya sempat mencegah anaknya untuk tidak ikut pada acara pengumuman kelulusan dan wisuda yang diselenggarakan di Bandung.

“Sebelumnya saya sudah ada firasat kurang enak, malah saya sudah bilang kepada anak saya untuk tidak ikut ke Bandung meskipun ongkosnya sudah saya persiapkan, tapi anak saya bilang dia akan tetap ikut karena merasa enggak enak namanya tidak ada di catatan group WA, makanya akhirnya anak saya jadi ikut,” ungkap Tarih.

Pembina Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) yang menaungi SMK Lingga Kencana, Pancoran Mas, Depok, Mawardi mengatakan, yayasan menyediakan tanah wakaf untuk pemakaman korban rombongan yang meninggal dunia dalam kecelakaan bus di Subang, Jawa Barat.

“Pemakaman untuk mereka yang memang beralamatkan di Kampung Parung Bingung ini sudah disiapkan di Darul Maqobir, ada yayasan untuk pemakaman khusus umat Islam,” katanya.

Mawardhi menyebutkan, ada korban lain yang berada di alamat berbeda akan berkoordinasi langsung dengan Yayasan.

“Yang lain tiga orang di luar itu masing-masing di wilayahnya, tapi dari yayasan mengoordinasikan dengan keluarga,” ujarnya.

Mawardhi melanjutkan, pihaknya telah melakukan langkah pelayanan terhadap korban selamat, luka-luka, maupun meninggal dunia.

Sementara itu Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan, Pemerintah Kota Depok telah menyiapkan 10 lubang liang lahat untuk korban meninggal dunia kecelakaan bus pariwisata yang membawa pelajar SMK Lingga Kencana.

“Kami melalui Disrumkim Depok telah menyiapkan 10 liang lahat untuk korban meninggal dunia di TPU Pasir Putih,” jelasnya.

Imam mengatakan, proses penggalian liang lahat ini melibatkan petugas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kalimulya 1, TPU Kalimulya 2, TPU Kalimulya 3 dan dan TPU Tirta Jaya. n Aji Hendro | Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here