Khutbah Jumat: Yahudi Menyalahi Janji

27
KH Syamsul Yakin

Oleh: KH Syamsul Yakin
Wakil Ketum MUI Kota Depok

Minimal ada dua ayat di dalam al-Qur’an yang menyebutkan bahwa orang-orang Yahudi menyalahi janji.

Ayat pertama, “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu), janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu selalu berpaling” (QS. al-Baqarah/2: 83).

Dari informasi ayat ini, diketahui bahwa ada kesamaan syariat antara Islam dan Yahudi, yakni sama-sama diperintahkan shalat dan membayar zakat. Kedua perintah ini, menurut pengarang kitab Tafsir Jalalain, difardhukan di dalam kitab Taurat. Namun, tulis Syaikh Nawawi dalam kitab Tafsir Munir, orang-orang Yahudi menyalahinya.

Dari ayat ini juga terkuak bahwa masih ada sebagian kecil dari orang-orang Yahudi yang memenuhi janji.

Menurut Syaikh Nawawi yang dimaksud sebagian kecil ini ada dua pendapat. Pertama, sebagian kecil nenek moyang mereka yang menjalankan ajaran agama Yahudi secara benar. Kedua, sebagian kecil dari mereka yang masuk Islam ketika Islam datang. Misalnya Abdullah bin Salam dan para sahabatnya.

Ayat kedua, “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu) kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya” (QS. al-Baqarah/2: 84).

Terkait ayat ini, Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengupas beberapa fakta sejarah. Pertama, Allah membantah orang-orang Yahudi Madinah yang ada pada masa Nabi Muhammad. Allah juga mengecam tindakan mereka yang ikut berperang dalam perang antara Aus dan Khazraj (kabilah asal kaum Anshar)

Kedua, antara Aus dan Khazraj dahulu, mereka sering berperang. Orang¬orang Yahudi sendiri di Madinah terdiri atas tiga kabilah, yaitu Bani Qainuqa dan Bani Nadhir. Mereka bersekutu dengan kabilah Khazraj. Lalu Bani Quraizhah memihak kabilah Aus.

Ketiga, manakala berkecamuk peperangan di antara kedua belah pihak, masing-masing berpihak kepada sekutu mereka masing-masing.. Orang-orang Yahudi akhirnya terlibat dalam peperangan tersebut untuk membunuh musuh. Tak jarang seorang Yahudi membunuh Yahudi lain yang berpihak kepada sekutunya. Inilah yang dilarang di dalam Taurat.

Inilah dua janji orang-orang Yahudi yang mereka ingkari dan terekam dalam al-Qur’an. Jelaslah bahwa al-Qur’an tidak menyalahi sejarah, kendati al-Qur’an bukan kitab sejarah.*

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here