Cegah Kecurangan & Perjokian, 785.085 Peserta SNMP 2024 Diperiksa Metal Detector

21
Pemeriksaan peserta SNMP 2024 sebelum memasuki ruang ujian.

Beji | jurnaldepok.id
Sebanyak 785.085 peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNMPB) 2024. UTBK 2024 digelar dalam beberapa gelombang, mulai 30 April hingga 20 Mei. Gelombang I digelar 20 April dan 2 – 7 Mei. Sementara Gelombang II digelar 14-20 Mei.

Pada hari pertama UTBK, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiriset), Abdul Haris meninjau langsung pelaksaan di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok. Haris meninjau di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK) UI.

“Secara umum, pelaksanaan UTBK hari pertama berjalan lancar,” ujarnya.

Ketua Umum Penanggungjawab SNMPB 2024, Prof. Ganefri mengatakan, tingkat kehadiran peserta mendekati 100 persen. Pelaksanaan ujian berjalan sesuai prosedur baku yang berlaku.

“SNBT hari ini sudah berjalan, tingkat kehadiran mendekati 100 persen, sekitar 99 persen. Tahun ini UTBK-SNMPB diikuti oleh 785.058 peserta,” tandasnya.

Untuk peserta difabel dengan cacat fisik sebanyak 830 orang, sedangkan tunanetra sebanyak 75 orang yang mengikuti ujian di UI sebanyak 11 peserta.

“Lokasi ujian digelar di 74 titik. Yang berbeda tahun ini, kementrian memperluas kesempatan bagi peserta yang ada di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Selain itu juga ada penambahan sub-sub UTBK di tujuh politeknik. Antara lain di Batam, Ketapang dan Sambas,” paparnya.

Dibuka enam sub UTBK yaitu di Mentawai, Nias, Sangita Laut. Walaupun pesertanya sedikit, tapi mereka merasa terbantu sehingga pihaknya membuka akses di 3T.

Ganefri menambahka,n tahun ini pihaknya melibatkan badan penjamin mutu internal di masing-masing universitas pusat UTBK. Mereka bekerja sudah jauh hari sebelumnya untuk memastikan apakah semua prosedur baku diterapkan.

“Ada instrumen yang harus mereka (peserta) isi. Harapannya bisa lebih baik penyelenggaraannya dan yang penting tidak ada calon mahasiswa yang dirugikan karena kelalaian panitia,” tegasnya.

Sejauh ini pihaknya tidak menemukan indikasi kecurangan. Dengan melibatkan badan penjamin mutu internal di masing-masing universitas pusat UTBK mempersempit celah adanya praktik kecurangan termasuk perjokian. Namun jika nanti ditemukan indikasi kecurangan maka akan ditindak tegas.

“Ini yang kami antisipasi juga. Alhamdulillah dengan sistim yang diterapkan hari ini dengan prosedur operasional baku terkait data mahasiswa karena sudah by sistem jadi peluang kecurangan sangat kecil,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, tidak ada ruang perjokian bisa tembus. Jika ditemukan akan ditindak tegas karena sudah termasuk penipuan, jadi termasuk kriminal bisa diproses kalau ada indikasi.

Dikatakannya, sebelum masuk ke ruang ujian, peserta akan diperiksa oleh panitia di masing-masing ruangan. Alat komunikasi dan benda lainnya disimpan sehingga peserta steril masuk ke ruang ujian.

“Bahkan dilakukan pemeriksaan menggunaka metal detector. Mereka semua pakai data, sudah lengkap di ruangnya. Semua perangkat disisihkan, jadi masuk steril engga bawa apa-apa. Pakai metal detektor,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here