Kirim Doa untuk Ahli Kubur, Ribuan Peziarah Padati TPUI Parung Bingung

52
Terlihat para peziarah saat berdoa di TPUI Parung Bingung, Pancoran Mas.

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Ribuan peziarah, di hari kedua lebaran tampak memadati area Tempat Pemakaman Ummat Islam (TPUI) Parung Bingung, yang berlokasi di Jalan Raya Meruyung, RW 04, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas.

Ketua pengurus TPUI Parung Bingung, HM. Yunus mengatakan, membludaknya kunjungan peziarah pada 2 Syawal 1445 Hijriah sudah menjadi tradisi yang melekat bagi warga Parung Bingung.

Pada lebaran tahun ini, lanjut dia, ribuan warga memadati setiap sudut area pemakaman untuk melaksanakan ziarah ke makam keluarga yang telah meninggal dunia.

“Ziarah makam sudah menjadi tradisi bagi warga muslim di Parung Bingung khususnya, dan kebiasaan yang baik itu sampai sekarang masih berlaku bagi warga yang ingin mendoakan keluarganya yang telah meninggal dunia,” ujar HM Yunus kepada Jurnal Depok, Kamis (11/04/24).

Dia menambahkan, selain memfasilitasi para peziarah, pihaknya selaku pengurus TPUI Parung Bingung juga memfasilitasi pelaksanaan ngaji kubur yang dilaksanakan selama sepekan dengan melibatkan perwakilan warga Parung Bingung.

“Alhamdulillah tradisi berziarah dan ngaji kubur di TPUI Parung Bingung masih terus dilaksanakan pada setiap hari kedua lebaran, kami berharap tradisi yang baik ini akan terus terlaksana pada generasi penerus,” harapnya.

Salah satu tokoh ulama Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, Ustad Syaiful Anwar menyambut baik tingginya antusias warga melaksanakan ziarah kubur untuk untuk mendoakan anggota keluarga yang telah wafat.

“Ziarah kubur merupakan tradisi yang baik yang dapat dioptimalkan untuk mendoakan ahli kubur, sekaligus menjadi pengingat bagi kita yang masih hidup. Bahwa suatu saat kita akan mati seperti yang dialami oleh keluarga yang sudah terlebih dahulu menghadap Allah SWT,” jelasnya.

Ia mengapresiasi animo masyarakat yang begitu tinggi hadir di pemakaman dalam rangka berziarah dan berdoa untuk keluarga yang telah meninggal dunia.

“Karena manusia yang telah meninggal dunia pada hakikatnya bukan mati kayu, namun hidup dalam alam barzah dan pastinya masih membutuhkan doa dari sanak keluarga yang masih hidup,” pungkasnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here