
Margonda | jurnaldepok.id
Transportasi terintegrasi atau Buy The Service (BTS) akan melayani warga Depok dengan rute Terminal Margonda sampai Stasiun LRT Harjamukti Kecamatan Cimanggis.
Dimana Pemerintah Kota Depok bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), baru saja melakukan penandatangan kesepakatan terkait sistem transportasi terintegrasi yang disebut BTS.
Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, sistem transportasi tersebut berupa bus listrik dengan ukuran 3/4 yang aman dan nyaman.

Sama seperti layanan transportasi Transjakarta, BTS juga mengadopsi sistem pembayaran e-money alias tanpa uang cash.
“Jadi ini sebenarnya mekanisme kerjasama, sebagai sebuah birokrasinya begitu. Tapi terima kasih banyak, ini merupakan sebuah perhatian bantuan dari pusat dari Kementerian Perhubungan dalam hal ini BPTJ yang memfasilitasi ini,” ujar Idris.
Menurutnya, dengan layanan baru ini, nantinya masyarakat akan lebih enjoy dan lebih nyaman untuk menggunakan transportasi publik.
“Ini salah satu caranya memotivasi masyarakat untuk menggunakan fasilitas seperti itu,” paparnya.
Dia mengungkapkan, pihaknya sudah mengusulkan lima koridor.
“Tapi sementara mungkin satu korider dulu, dan mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama akan bisa dioperasikan, ini untuk terminal angkot yang ada di sini, di Margonda untuk tujuan ke LRT yang dulu namanya LRT Harjamukti,” katanya.
Idris mengatakan, layanan BTS ini akan digratiskan selama dua tahun.
“Selama 2 tahun masih gratis. Ada AC dan CCTV-nya. Nantinya tidak bayar tunai tapi pakai e-money,” jelasnya.
Kebijakan ini, kata dia, sekaligus sebagai upaya Pemkot Depok dalam mengurai kemacetan dan mengurangi dampak polusi udara.
“Insya Allah nantinya akan diberikan penilaian, evaluasi oleh BPTJ untuk kelanjutan koridor lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu Plt Kepala BPTJ, Suharto menuturkan, sebagai pilot project layanan BTS di Kota Depok, rute pertama yang akan dibuka yaitu dari Terminal Margonda menuju Stasiun LRT Jabodebek Harjamukti.
Rute tersebut merupakan rute prioritas dari lima rute yang diusulkan oleh Pemkot Depok dan terintegrasi langsung dengan layanan LRT Jabodebek.
“Mudah-mudahan nantinya Pemerintah Kota Depok dapat menambahkan koridor lagi. Sehingga kami dapat mempunyai timeline yang jelas kapan Kota Depok benar-benar selesai untuk restrukturisasi angkutan kotanya dan konsep angkutan kota yang lebih baik lagi,” pungkasnya. n Aji Hendro








