
Limo | jurnaldepok.id
Meskipun sedikit terkendala masalah cuaca, namun hal itu tak menyurutkan tekad CV. Family Jaya selaku kontraktor pelaksana proyek sarana olah raga dan UMKM Limo untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai limit waktu yang telah ditetapkan.
Demikian diungkapkan Sitinjak selaku pengawas pekerjaan proyek sarana olah raga dan UMKM Limo saat dikonfirmasi Jurnal Depok terkait progres pembangunan Stadion Mini dan Gerai UMKM senilai Rp 6.41 miliar di lapangan Sepak Bola Pemuda Limo.
“Memang akhir akhir ini kami agak terkendala soal cuaca yang mulai banyak curah hujan, tapi kami tetap optimis pekerjaan bisa selesai sebelum akhir tahun sehingga tidak perlu ada tambahan waktu pelaksanaan pengerjaan (addendum),” ujar Sitinjak kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakannya, secara fisik progres pembangunan sarana olah raga dan UMKM Limo saat ini sudah mencapai 85 persen, namun lanjut dia sisa pekerjaan yang tinggal 15 persen relatif membutuhkan waktu agak lama terlebih jika telah memasuki sesi finishing.
Dia menambahkan, selain terus melanjutkan pengerjaan saluran air (Drainase) dan arena Jogging Track, pihaknya juga sedang fokus mempercepat penyelesaian pembangunan Tribun penonton berikut ruang ganti pemain Stadion sebagai salah satu fasilitas yang ada di Stadion Mini.
“Tribun Stadion Mini Limo bisa menampung sekitar 200 penonton, dan di bagian bawah Tribun ada ruangan buat pemain cadangan dan ruang ganti pemain,” imbuhnya.
Disisi lain, salah satu tokoh sepak bola Limo, Mahyudin Kadus meminta kepada kontraktor pelaksana pembangunan Sarana Olah Raga dan UMKM Limo untuk tetap mengedepankan kualitas hasil pekerjaan dan tidak hanya fokus pada percepatan pelaksanaan pekerjaan.
“Kami berharap pemborong tetap memprioritaskan soal mutu hasil kerja dan jangan karena mengejar deadline limit waktu, lantas kualitas diabaikan,” pinta Mahyudin Kadus.
Hal senada disampaikan oleh Lurah Limo, Kecamatan Limo, AA. Abdul Khoir. Dikatakannya, pembangunan Stadion Mini dan sarana UMKM menyerap dana APBD cukup besar oleh sebab itu diharapkan hasil pembangunan dapat memiliki nilai manfaat optimal.
“Biaya pembangunan Sarana Olah Raga dan UMKM itu cukup besar, jadi kami tentu berharap pengadaan fasilitas ini dapat memberi nilai manfaat yang besar pula bagi masyarakat,” pungkas AA. n Asti Ediawan








