Utamakan Pelayanan Penumpang, Taksi Blue Bird Ramah Disabilitas

313
Pelayanan Disabilitas : Seorang pengemudi Taksi Blue Bird sedang memberikan pelayanan kepada penumpang Disabilitas di Kota Depok. Di usia ke 51 tahun Blue Bird terus memberikan pelayanan untuk ksemua.

Laporan: Aji Hendro
Hadi, seorang penumpang disabilitas terbantu dengan pelayanan yang diberikan oleh driver Taksi Blue Bird saat menggunakan transportasi tersebut.

Dia menceritakan, saat itu dia hendak pergi ke daerah Jakarta Selatan dari rumahnya di kawasan Ratujaya, Cipayung, Depok, dengan menggunakan Taksi Blue Bird.

Dengan pemesanan online Bluebird kemudian driver bersama kendaraannya tiba di depan rumahnya.

“Saat sampai depan saya, sang sopir tidak menolaknya yang kebetulan saya seorang disabiltas atau pengguna kursi roda,” katanya.

Bahkan driver tersebut memberikan pelayanan kepada dirinya saat menaiki atau masuk ke dalam dengan dituntun walaupun dirinya menggunakan kursi roda.

Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono menjelaskan, Blue Bird selalu berupaya menjadi perusahaan yang tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dikatakannya, Taksi Blue Bird telah 51 tahun beroperasi dan konsistensi mengedepankan layanan prima yang terstandarisasi untuk mendukung mobilitas masyarakat.

“Kami menyadari bahwa kepercayaan masyarakat hadir dari kepuasan terhadap kualitas armada dan pengemudi serta inovasi yang terus kami kembangkan melalui integrasi sistem yang dapat memudahkan setiap perjalanan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, human connections yang menjadi DNA Blue Bird memberikan arti bahwa kenyamanan mobilitas turut didukung oleh pengemudi yang profesional.

“Blue Bird percaya bahwa perjalanan yang nyaman tak lepas dari human connection yang ada di dalamnya,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, Blue Bird menanamkan nilai-nilai Peduli, Integritas, Pelayanan Prima, dan Pola Pikir Berkembang dalam kegiatan operasional.

Hal ini juga didukung dengan infrastruktur penunjang seperti fasilitas pool, training center, basis komunitas, aplikasi pengemudi, yang ditujukan untuk pembinaan, pengembangan dan pengawasan.

“Bukan rahasia lagi, para pengemudi Blue Bird selalu ramah kepada konsumen. Sering tersiar di media sosial banyak penumpang Blue Bird yang berterimakasih kepada para pengemudi saat barang mereka tertinggal di taksi,” katanya.

Bahkan, lanjut Andre, untuk menyerap aspirasi dari penumpang atau konsumen, manajemen Blue Bird tak hanya duduk di belakang meja saja.

“Mereka secara rutin turun ke lapangan dengan menyamar menjadi sopir taksi. Koneksi dengan penumpang itu penting. Kami harus bertanya apa yang mereka butuhkan sehingga bisa menjadi bahan menjadi semakin baik,” pungkasnya. n

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here