
Cilodong | jurnaldepok.id
Selama dua hari aksi pencurian terjadi di Kota Depok, seperti halnya yang terjadi di wilayah Cilodong dan Sukmajaya. Dimana para pelaku pencurian mengambil barang seperti kulkas, alat kontrasepsi, hingga pembalut wanita.
Aksi pencurian kulkas terjadi di salah satu warung di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya. Pencurian kulkas terekam oleh kamera pengawas atau CCTV.
Dari video yang tersebar di media sosial, terlihat seorang pria menggunakan gerobak motor datang dari arah barat menuju timur. Setelah didekat warung, pelaku memberhentikan motor gerobaknya dan mendekati ke warung serta mengambil kulkas yang berada di depan sebuah warung pinggir jalan.

Sementara itu pemilik warung yang kehilangan kulkas, Rina kepada wartawan mengatakan, aksi pencurian kulkas diketahui saat dirinya hendak membuka warung. Akan tetapi, dia tidak melihat kulkas yang ada di depan warung yang sudah dikunci dengan gembok hilang.
“Saya nanya orang-orang yang di sini enggak ada yang tahu dimana kulkas saya. Akhirnya saya minta cek CCTV ternyata aksi pencurian terekam kamera pengawas,” ujarnya.
Dari rekaman CCTV, pelaku melakukan aksinya pada pukul 05.25 WIB.
Rina menambahkan, pelaku seorang diri datang dari arah Jalan Siliwangi menuju Jalan Raya Bogor menggunakan gerobak motor. Setelah kejadian, dia lalu mencari ke sejumlah pengepul pemulung dan barang rongsokan.
“Sempat saya cari juga ke belakang ke lapak-lapak, ternyata itu bukan tukang rongsok tapi pemulung gitu, karena di situ enggak ada orang yang gondrong gitu,” ungkapnya.
Atas kejadian itu, dia mengalami kerugian sebesar Rp 1,7 juta karena dia ingat saat membeli dengan harga Rp 1,7 juta.
Sementara itu di lokasi lain di Cilodong, seorang pemuda diamankan petugas minimarket bersama warga karena kedapatan mencuri alat kontrasepsi dan pembalut wanita. Penangkapan pelaku BT berawal saat pelaku terekam CCTV saat melakukan aksinya.
“Saat mencuri petugas minimarket melihat pelaku ngambil barang dimasukkan kedalam baju, namun saat lewat kasir dia tidak bayar,” kata Fery salah satu warga. n Aji Hendro








