Ponpes Al Wafi Tuan Rumah MHQ Tingkat Nasional, Acara Akan Dibuka Wali Kota & Dubes Arab Saudi

955
Pengasuh Ponpes Al Wafi, Ustad Ali Saman Hasan (keempat dari kiri) foto bersama dengan jajaran

Sawangan | jurnaldepok.id
Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1444 H dan Muktamar Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII) yang kedua, Pesantren Al Wafi Islamic Boarding School menyelenggarakan Musabaqoh Hifzil Qur’an dan Hadist (MHQH) tingkat Nasional pertama di Kota Depok.

Acara yang diselenggarakan pada 20 s/d 22 Maret 2023 juga bertujuan untuk mensyiarkan agama Islam dan pengembangan diri bagi santri-santri penghapal Al Quran dan Hadist.

Rencanayanya, MHQH Tingkat Nasional itu akan dibuka oleh Wali Kota Depok dan Kedutaan Besar Arab Saudi di Pesantren Al Wafi Islamic Boarding School, Jalan Raya Pengasinan.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Wafi Islamic Boarding School, Ustad Ali Saman Hasan mengatakan, MHQH adalah ajang untuk mendekatkan jiwa umat Islam kepada Kitab Suci (khususnya para santri) dan meningkatkan semangat membaca, mempelajari serta mengamalkan Al Quran.

“Adapun konsep perlombaan MHQH tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam,” ujar Ali kepada Jurnal Depok, Minggu (12/03/23).

Dikatakan Ali, Rasulullah SAW merupakan seorang Qori, ia mampu membaca Al Quran dengan indah dan para sahabatpun tertarik untuk mempelajari ilmu membaca Al Quran yang disebut sebagai ilmu Nagham.

Arti kata MHQH, kata dia, memiliki makna saling mendahului, saling pacu adu kecepatan atau balapan. MHQH juga berarti perlombaan, kompetisi, kontes.

“MHQH merupakan bentuk lomba untuk mencapai kebaikan. Hal tersebut sejalan dengan surat Al Baqarah ayat 148 dan surat Al Maidah “fastabiqul-khairat” yang artinya maka berlomba-lombalah kamu sekalian dalam mengerjakan kebaikan,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, MHQH, merupakan upaya untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dan sebagai wadah untuk mengembangkan kompetensi dasar agama (religious), kreatif (creativy), berfikir kritis (critital thingking), berkomunikasi dengan baik (communication) dan mampu bekerja sama dengan yang lain serta dalam rangka mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat peserta.

“MHQH merupakan kegiatan rutin namun hendaknya mampu meningkatkan pengetahuan umat-Nya membangun kader di lingkungan masyarakat umum dan pelajar agar mampu meningkatkan
pengetahuan pemahaman Al Quran dan Hadist sekaligus mengamalkan isinya. Sebab Al Quran sebagai sumber pencerahan untuk bekal pembangunan, agar umat menjadi amanah dalam hidup di dunia dan untuk kemaslahatan umat,” katanya.

Di samping itu, lanjutnya, kegiatan ini harus betul-betul mampu membawa dampak positif untuk
menggerakan umat pada umumnya, agar relasi umaro dan pemerintah mampu bersama-sama untuk menggerakan masyarakat dalam syiar Islam serta mampu menguatkan generasi muda sebagai asset bangsa. Hal ini agar selaras dengan saran dan masukan dari Pemerintah Kota Depok.

“Melalui lomba para peserta tetap berpegang teguh pada prinsip solidaritas, persaudaraan yang tinggi dengan tujuan meraih prestasi yang sportif dan bersaing secara sehat. Inilah sebagai contoh ajaran amanah yang harus kami ajarkan kepada putra-putri kita dalam mencari kader untuk mengikuti kegiatan MHQH Tingkat Nasional,” ungkapnya.

Ketua MUI Kota Depok, KH Dimyati Badruzaman mengatakan, MHQ Tingkat Nasional merupakan yang pertama kalinya di Kota Depok.

“Kami dari MUI menyambut gembira dan bersyukur, mudah-mudahan acara yang positif ini dapat berjalan lancar, sukses dan dalam lindungan Allah SWT,” harapnya

Panitia Penyelenggara MHQ Pesantren Al Wafi Islamic Boarding School, Ustad Marullah Marzuq mengatakan, lomba MHQH Tingkat Nasional kedua terdiri dari kategori Lomba MHQ: 1 juz, 3 juz, (SMP) 5 juz (SMA), 10 juz (Umum), 20 juz (Umum) dan 30 juz (Umum).

“Selain itu ada juga kategori Lomba Hadist: Arbain Nawawi,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here