
Margonda | jurnaldepok.id
Jumlah kasus penderita AIDS di Kota Depok terus bertambah hingga September 2022 sekitar 251 kasus.
“Jumlah penderita HIV AIDS di Kota Depok sejak Januari hingga September 2022 mencapai 251, sedih enkgak,” ujar Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono saat menghadiri puncak acara Hari AIDS Sedunia (HAS) tingkat Kota Depok.
Dia menambahkan, bertambahnya kasus positif HIV bisa dikarenakan berbagai faktor seperti hubungan sek bebas, jarum suntik dan prilaku lainnya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi guna mengakhiri penyakit AIDS di Indonesia pada tahun 2030.

“Ini tugas kita bersama untuk mengakhiri AIDS di tahun 2030 dengan seluruh jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, kalangan swasta, dunia usaha, akademisi, media dan komunitas,” tuturnya.
Program penanggulangan HIV masuk dalam indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Dalamn pemenuhan mutu tersebut, imbuhnya, dibutuhkan layanan yang bermutu dan terstandar.
“Sesuai arahan Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berkomitmen untuk mempercepat peningkatan akses pengobatan,” katanya.
Hal tersebut, sambungnya, dilakukan dengan layanan yang berkualitas melalui strategi Suluh, Temukan, Obati, Pertahankan (STOP).
“Pemkot Depok juga terus berupaya meningkatkan layanan terhadap kasus HIV/AIDS. Saat ini, terdapat sejumlah fasilitas kesehatan yang sudah mampu menangani kasus HIV/AIDS. Untuk layanan tes HIV terdapat di 38 Puskesmas, 24 rumah sakit dan satu klinik di Rutan Cilodong,” jelasnya.
Sedangkan layanan perawatan dan pengobatan berada di empat rumah sakit, yaitu RSUD KISA Kota Depok, RS Sentra Medika, RS Universitas Indonesia dan RS Hermina.
“Juga ada empat Puskesmas yang memberikan layanan perawatan dan pengobatan bagi pasien HIV/AIDS yaitu Puskesmas Pancoran Mas, Puskesmas Cipayung, Puskesmas Cimanggis, dan Puskesmas Tapos,” ungkapnya.
Dia berharap, dengan peringatan HAS, dapat memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan program pencegahan dan penanggulangan penyakit AIDS di Indonesia. Khususnya di Kota Depok.
“Mari bersama kita bebaskan seluruh masyarakat dari berbagai penyakit, masalah kesehatan, dan faktor risiko kesehatan. Termasuk, membebaskan seluruh masyarakat dari penularan HIV AIDS guna mencapai ending AIDS 2030,” pungkasnya. n Aji Hendro








