
Beji | jurnaldepok.id
Universitas Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai kampus berkelanjutan dari UI GreenMetric World University Rankings pada tahun 2022.
Kepala UI GreenMetric, Riri Fitri Sari mengatakan untuk level Indonesia, Universitas Indonesia (UI) meraih predikat Kampus Berkelanjutan Terbaik, lalu Universitas Diponegoro, kemudian Universitas Gadjah Mada.
“UI GreenMetric merupakan satu-satunya pemeringkatan perguruan tinggi internasional yang dibuat oleh perguruan tinggi Indonesia,”katanya.

Selain kategori Kampus Berkelanjutan Terbaik, UI GreenMetric memberikan empat penghargaan lainnya bagi perguruan tinggi.
Pertama, penghargaan “The 2022 Most Sustainably Improved University” dianugerahkan kepada Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Kedua, “The 2022 Most Active University in UI Greenmetric World University Rankings Network-Indonesia” diberikan kepada Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Ketiga, “The 2022 Most Sustainably Innovative University diberikan kepada Universitas Hasanuddin. Terakhir, “The 2022 Best New Participating University, diberikan kepada Institut Bio Scientia Internasional Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, UI GreenMetric juga mengumumkan fakultas/sekolah/program pendidikan vokasi di lingkungan UI yang paling berkelanjutan. Peringkat pertama diraih oleh Fakultas Teknik, peringkat kedua diraih oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan peringkat ketiga diberikan kepada Fakultas Psikologi sebagai fakultas berkelanjutan terbaik.
“UI GreenMetric merupakan inovasi UI yang dikenal luas di dunia internasional sebagai pemeringkatan perguruan tinggi pertama di dunia berbasis komitmen tinggi pada pengelolaan lingkungan hidup kampus. Kini, UI GreenMetric of World Universities semakin mendunia dan semakin banyak diikuti oleh perguruan tinggi di berbagai negara,” papar Riri.
Pada tahun ini, jumlah peserta mencapai 1050 universitas dari 85 negara di dunia, bertambah dari sebelumnya (2021) sebanyak 956 Perguruan Tinggi dari 80 negara. Di Indonesia, terdapat 126 Perguruan Tinggi yang telah berpartisipasi dalam UI GreenMetric.
“Penilaian UI GreenMetric 2021 dilandasi atas tiga pilar, yakni lingkungan hidup, Economi, dan sosial dengan bobot indikator penilaian yang terdiri atas Keadaan dan Infrastruktur Kampus (15%), Energi dan Perubahan Iklim (21%), Pengelolaan Sampah (18%), Penggunaan Air (10%), Transportasi (18%), serta Pendidikan dan Riset (18%),” jelasnya.
Di lokasi sama, Rektor UI, Ari Kuncoro mengapresiasi pemeringkatan UI GreenMetric yang berasal dari UI dan sudah mendunia seperti saat ini.
“Tahun ini proses belajar-mengajar sudah berjalan ekstensif, kembali memanfaatkan infrastruktur kampus. Berbagai inovasi telah dilakukan dengan penyesuaian kebiasaan baru agar lebih bersih, sehat dan lestari,” ungkapnya.
Dikatakan Ari, pengelolaan perguruan tinggi untuk menjadi pusat perwujudan ekonomi hijau terus dilakukan. Dampak kegiatan kampus bagi lingkungan hidup, sosial dan ekonomi masyarakat diupayakan dalam banyak program yang diinisiasi dosen.
“Kerja sama antar perguruan tinggi dunia maupun di Indonesia terlihat dari antusiasme untuk berpartisipasi dalam pemeringkatan ini dan melakukan transformasi di kampusnya,” pungkasnya. n Aji Hendro








