Meleset dari Target, Proyek Trotoar dan Jembatan Jatijajar Bakal Gunakan Perpanjangan Waktu

575
Papan pengumuman perbaikan jalan terpasang di Jalan GDC

Margonda | jurnaldepok.id
Beberapa proyek pembangunan infrastruktur di Kota Depok dapat dipastikan tidak selesai hingga akhir tahun ini.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, sampai Desember ini yang masih banyak tersisa yaitu kegiatan fisik.

“Terutama di PUPR, kalau dinas lain rata-rata sudah lewat dari 70 persen. PUPR memang belum sampai 60 persen karena ini maslahan fisik saja. Yang besar-besar seperti GDC, Kartini, Margonda dan Jembatan Jatijajar, belum selesai,” ujar Idris kepada Jurnal Depok.

Namun begitu, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Kota Depok untuk melakukan pendampingan jika kegiatan bisa diperpanjang.

“Jika pendampingan bisa diperpanjang hingga akhir tahun, Insya Allah bisa 100 persen,” paparnya.

Ia menjelaskan, proyek trotoar Jalan Margonda juga akan dilakukan perpanjangan dan meminta sedikit toleransi waktu karena banyak gangguan teknis di lapangan.

“Perpanjangan waktunya nanti tergantung dari kejaksaan. Kendalanya banyak, diantaranya pemilik toko yang enggak mau mundur padahal mereka enggak punya parkir. Sekarang juga lagi kami pikirkan, termasuk toko-toko di Jalan Kartini. Trotoarnya sudah selesai namun masih dipakai untuk parkir mereka, padahal itu trotoar,” jelasnya.

Solusinya, kata dia, harus mundur untuk area parkir motor dan mobil. Jika mereka (pengusaha,red) tidak mau, silahkan tawarkan ke pemerintah untuk dijual.

Terkait proyek under pass Dewi Sartika, Idris mengatakan berdasarkan hasil laporan progress kinerja mereka dapat diselesaikan hingga akhir tahun.

“Artinya penyelesaian itu tidak halnya yang bersifat penunjang, ini yang inti. Nanti penunjangnya akan kami share mana yang bagian kota dan provinsi. Intinya bagaimana jalan ini bisa dilalui untuk mengurai kemacetan. Kalau penunjang itu maksudnya pohon-pohon, median jalan dan sebagainya,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Hj Citra Yulianty mengungkapkan, terhitung sejak, Jumat (09/12) kemarin, progress pembangunan infrastruktur yang ada di dinasnya telah mencapai 60 persen.

“Keuangan sudah mencapai 60 persen, begitu juga dengan kegiatan fisik yang telah mencapai 60 persen,” ungkapnya.

Terkait dengan proyek Jembatan Jatijajar, Citra mengatakan telah berkonsultasi dengan kejaksaan untuk perpanjangan waktu.

“Iya, Jembatan Jatijajar ini bisa lompat tahun, secara aturan hukum boleh kok. Kami juga sudah izin ke Ibu Kejari dan Datun saat kami membuat laporan minggu kemarin,” jelasnya.

Setidaknya, tahun ini ada beberapa proyek infrastruktur krusial yang ditangani PUPR seperti rehab Jembatan GDC, betonisasi lanjutan Jalan Boulevard GDC, lanjutan penataan pedestrian Margonda segmen 3, penanganan pekerjaan beton dari Simpang Kartini sampai sebelum Ciliwung. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here