Kondisi SDN Curug 01 Terancam Ambruk, Anggota DPRD Minta Pemkot Depok Stop Izin PT GPI

6346
Terlihat membahayakan kondisi SDN Curug 01 akibat pengerukan tanah yang dilakukan pengembang perumahan

Margonda | jurnaldepok.id
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmad meminta Pemerintah Kota Depok untuk segera mencabut izin perumahan milik PT Graha Perdana Indah (GPI) yang mengancam ambruknya SDN 01 Curug, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, akibat aktivitas galian/perataan tanah.

“Perizinan site plan, Amdal, UPL dan UKL nya harus ditinjau kembali terhadap PT GPI ini. Jika PT GPI tidak segera membangun turap di sepanjang bibir SDN 01 Curug, ya proses perizinannya dihentikan dulu untuk sementara, tanpa menghambat orang berinvestasi di Depok tentunya,” ujar Hasbullah kepada Jurnal Depok, kemarin.

Hal itu, kata dia, perlu dilakukan agar ada solusi untuk mencegah ambruknya SDN 01 Curug.

“Mereka boleh mengembangkan bisnisnya di Depok tanpa harus dihambat, tetapi anak-anak yang belajar di SDN 01 Curug harus lebih aman karena tidak terancam dengan bahaya longsor dan sebagainya. Ini bentuk keperihatinan kami atas kondisi itu, semoga cepat ada solusinya,” jelasnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, kondisi tersebut sangat memprihatinkan jika tidak segera diambil tindakan. Pasalnya, kata dia, di dalam gedung sekolah itu ada ratusan anak yang sedang menuntut ilmu dan belajar.

“Bisa saja satu saat ambruk dan longsor ketika pengerukan tanah itu dasarnya sama dengan fondasi sekolah,” tegasnya.

Dari itu, Hasbullah meminta kepada PT GPI segera membangun turap untuk membentengi sekolah itu lebih aman dengan konstruksi setinggi tanah yang dikeruk.

“Karena kalau konstruksinya tidak sesuai, maka akan longsor dan membahayakan kondisi sekolah dan anak-anak calon masa depan bangsa yang sedang menuntut ilmu. Seharusnya pihak PT sebelum melakukan pengerukan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan kelurahan serta aparat di lingkungan,” katanya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wijayanto mengungkapkan, bahwa pihak pengembang telah menemui pihak sekolah.

“Pihak pengembang dan sekolah sudah bertemu untuk memperbaiki,” terangnya.

Sebelumnya Kepala SDN Curug 01, Hati Nurhayati mengatakan, sejauh ini tidak ada koordinasi sama sekali dari pihak PT GPI terkait kegiatan perataan tanah dekat sekolah yang diduga menjadi pemicu retaknya bangunan sekolah.

“Dari awal kegiatan, tidak pernah ada perwakilan pengembang yang datang kepada kami untuk sekedar memberitahukan akan ada kegiatan perataan tanah dekat bangunan sekolah kami, dan sekarang jelas dampak dari perataan tanah itu konstruksi bangunan sekolah banyak yang retak,” ujarnya, kemarin

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, lanjutnya, tanah di dekat tembok sekolah semakin turun dan bisa memicu ambruknya gedung sekolah.

“Kami mohon kepada pihak terkait untuk membantu mencarikan solusi atas permasalahan ini,” keluh Nurhayati.

Dia menambahkan, tak hanya pagar bangunan sekolah yang mengalami retak, namun lantai sekolah banyak yang mengalami keretakan akibat aktivitas penggalian tanah sedalam hampir delapan meter dekat konstruksi bangunan sekolah.

“Kami sangat khawatir karena tanah dekat pondasi sekolah semakin turun, jika tergerus air hujan dapat berakibat fatal dan bisa merobohkan bangunan sekolah,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakannya, permasalahan retaknya pagar dan lantai bangunan sekolah sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Depok. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here