
Margonda | jurnaldepok.id
Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengimbau pihak sekolah dari TK hingga SMP agar untuk sementara waktu tidak melakukan kegiatan alam bebas di saat cuaca ekstrem.
Hal itu dikatakan Imam saat melakukan tajiah ke salah satu siswa SMPIT Al Hikmah yang meninggal dunia di Curug Kembar, Bogor.
Imbauan itu merupakan imbas dari musibah tewasnya tiga siswa SMP IT Al Hikmah Depok, saat menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Curug Kembar, Cisarua, Kabupaten Bogor.

“Kami mengimbau kepada lembaga-lembaga pendidikan sekolah ataupun lembaga apapun organisasi karena memang kondisi alam sedang tidak ramah, hindari kegiatan-kegiatan yang mendekati tempat-tempat yang membuat banyak musibah terjadi, baik itu gunung, sungai, mungkin juga laut, tolong dihindarkan,” ujarnya, Kamis (13/10).
Ia menjelaskan, kondisi cuaca dan iklim di Indonesia saat ini cenderung ekstrem dan berpotensi bencana.
“Kondisi sekarang mungkin sampai bulan Desember, kondisi iklim di Indonesia ini sangat ekstrem sekali, sehingga memang juga gampang terjadi (musibah). Untuk itu kami berharap semua sekolah terutama SD-SMP dan lembaga-lembaga yang lainnya kalau bisa dihindarkan untuk mengadakan acara di luar sekolah, di luar Kota Depok ini,” katanya.
Lebih baik, kata dia, dihindari karena untuk kepentingan keselamatan bagi semua warga.
Mewakili Pemerintah Kota Depok, Imam menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian korban.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Depok turut berduka cita atas wafatnya siswa-siswi dari SMP IT Al Hikmah kecamatan Cimanggis Kota Depok dalam kegiatan aktivitas ekstrakurikulernya, mereka terbawa oleh arus sungai. Ahamdulillah sudah ditemukan dan hari ini saya datang ke salah satu yang terkena musibah keluarga almarhumah dan sudah diimakamkan,” ungkapnya.
Imam mendoakan agar seluruh korban diterimah Allah SWT.
“Kami berdoa kepada Allah SWT agar seluruh almarhum dan almarhumah diterima. Insya Allah dimasukkan ke dalam surganya,” pungkasnya. n Aji Hendro








